Impor KRL Jepang: Antara Kebutuhan KAI vs Kapasitas INKA
Ibnu Affan
03 October 2026 10:00

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengungkapkan pemerintah dengan pemangku kepentingan lain masih mengkaji rencana impor kereta rel listrik (KRL) bekas dari Jepang. Pembahasan akan melibatkan Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, PT KAI, hingga PT INKA untuk mencari jalan keluar atas kebutuhan armada KRL yang terus meningkat.
Menurutnya, pembahasan tersebut diperlukan karena terdapat sejumlah kepentingan yang harus diselaraskan, mulai dari kebutuhan operasional KAI, ketentuan impor, hingga kemampuan industri dalam negeri memproduksi KRL.
"Tadinya mestinya kami bertemu, namun karena saya menyampaikan kepada Pak Doni kita bertemu dengan beberapa stakeholder yaitu Kementerian Perdagangan dan Perindustrian juga KAI sendiri dan INKA agar kita membahas ini secara bersama," kata Dudy kepada wartawan usai Lokakarya Kemenhub d Bandung, Jumat (2/10/2026).
Pemerintah, kata dia, masih perlu merumuskan kebutuhan KAI sekaligus mempertimbangkan perhatian PT INKA terkait pengembangan industri perkeretaapian dalam negeri.
Oleh sebab itu, Kementerian Perhubungan tidak dapat melihat persoalan impor KRL hanya dari sisi teknis perkeretaapian, alih-alih tetap mendorong kapasitas produksi perusahaan manufaktur di dalam negeri.































