Logo Bloomberg Technoz

Secara teknikal, IHSG berhasil kembali ke atas level psikologis 5.000 dan berpeluang melanjutkan technical rebound untuk menguji resistance 5.072–5.127. Apabila mampu breakout 5.127 disertai peningkatan volume, peluang penguatan menuju 5.305 semakin terbuka. 

“Namun, volume transaksi sekitar Rp9,85 triliun masih di bawah rata-rata 20 hari Rp15,49 triliun dan MACD masih berada di area negatif. Support terdekat berada di 4.960; jika gagal dipertahankan, risiko gap filling menuju 4.829 perlu diwaspadai,” mengutip riset BRI Danareksa Sekuritas, 

Saham-saham pilihan BRI Danareksa Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah BBTN, INET, dan PGAS.

Lebih jauh, melansir Phintraco Sekuritas, IHSG rasanya tersengat Bursa Wall Street yang mencatatkan hari terburuknya sejak masa setelah Liberation Day, yang terjadi pada April 2025, seiring dengan semakin tajamnya penurunan pada sektor AI yang telah dimulai pada sesi sebelumnya. 

Investor juga menerima data pasar tenaga kerja yang cukup kuat, menjelang data nonfarm payrolls yang akan dirilis nanti malam. Harga minyak Brent menguat lebih dari 3% dan minyak WTI melesat lebih dari 2%, turut menghantui. 

“Investor menilai kembali prospek konflik antara AS-Israel dengan Iran, namun  serangan baru terhadap kapal-kapal tanker memicu kekhawatiran mengenai pasokan minyak,” mengutip Phintraco.

Secara teknikal, IHSG berhasil ditutup di atas level MA3 dan MA5. Jika bertahan di atas level 5,000, IHSG berpeluang menguji level resistance di 5,100-5,125 pada perdagangan Jumat (5/11/2026). 

Namun perlu diwaspadai potensi profit taking di tengah ketidakpastian yang masih tinggi. 

Top picks atau saham pilihan riset Phintraco: saham BBCA, BBRI, AMMN, EMAS, dan INDF.

CGS International Sekuritas Indonesia menuturkan, melemah signifikannya Bursa Wall Street seiring aksi jual investor terhadap saham AI diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar. 

Sementara itu, mulai meredanya aksi jual investor asing dan naiknya beberapa harga komoditas seperti emas dan nikel berpeluang menjadi katalis positif untuk IHSG. 

“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 4.920–4.810 dan resistance 5.140–5.250,” tulis riset CGS International.

Dengan saham-saham pilihan CGS meliputi meliputi saham ICBP, UNVR, ARCI, ANTM, TLKM, dan BBCA.

Panin Sekuritas menyematkan IHSG berpotensi melemah, disebabkan oleh sentimen negatif pasar saham di global, volatilitas yang masih akan tinggi terlihat dari naiknya VIX, melemahnya komoditas di hari ini, serta masih keluarnya dana asing.

“Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG akan melemah,” mengutip Panin Sekuritas.

Sedang, saham-saham pilihan Panin Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah BDMN, BRMS, dan BBTN.

(fad)

No more pages