Logo Bloomberg Technoz

Perubahan peta politik di Negeri Adikuasa berpotensi membuat kebijakan pemerintahan Presiden Donald Trump (dari Partai Republik) akan terganjal. Misalnya perang dengan Iran, yang membuat harga minyak dunia melesat.

Munculnya harapan eskalasi yang mereda di Timur Tengah membuat harga minyak melemah. Kini harga minyak jenis brent sudah di bawah level US$ 100/barel.

Jika berkelanjutan, maka ancaman inflasi bisa diredam. Dengan demikian, bank sentral di berbagai negara tidak perlu agresif dalam menaikkan suku bunga acuan.

Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas jadi lebih menguntungkan saat suku bunga tidak naik.

“Untuk saat ini, investor akan memantau perkembangan nilai tukar dolar AS dan yield obligasi. Apabila aksi jual massal (sell-off) di pasar saham memburuk, maka ekspektasi kenaikan suku bunga akan tergerus dan ini akan suportif bagi emas,” tutur Ole Hansen, Head of Commodity Strategy di Saxo Bank, seperti dikutip dari Bloomberg News.

Harga Emas di Pasar Spot (Sumber: Bloomberg)

Analisis Teknikal

Lalu bagaimana perkiraan gerak harga emas hari ini? Berapa saja target yang perlu dicermati?

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas sudah masuk zona bullish. Tercermin dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 51.

RSI di atas 50 menunjukkan suatu aset sedang dalam posisi bullish. Namun RSI emas belum jauh dari 50 sehingga bisa dibilang masih cenderung netral.

Kemudian indikator Stochastic RSI ada di 84. Menghuni area beli (long) yang sangat kuat, bahkan tergolong jenuh (overbought).

Untuk perdagangan hari ini, harga emas berisiko turun. Kenaikan yang sudah lumayan tajam dalam dua hari terakhir memunculkan risiko profit taking.

Target support terdekat ada di US$ 4.068/troy ons. Jika tertembus, maka US$ 4.025-4.018/troy ons sepertinya akan menjadi support lanjutan.

Target paling pesimistis ada di US$ 3.958/troy ons.

Namun kalau harga emas masih bisa naik, maka US$ 4.098/troy ons akan menjadi pivot point. Penembusan di titik itu berpotensi mengerek harga ke US$ 4.131-4.184/troy ons.

Target paling optimistis ada di US$ 4.221/troy ons.

(aji)

No more pages