Logo Bloomberg Technoz

Demokrat Menang Pemilu AS, Bursa Asia Siap Ikuti Reli Wall Street

News
05 November 2026 06:40

Bursa Asia. (Dok: Bloomberg)
Bursa Asia. (Dok: Bloomberg)

Thomas Kutty Abraham - Bloomberg News

Bloomberg, Bursa saham Asia diperkirakan mengikuti penguatan Wall Street setelah kemenangan telak Partai Demokrat dalam pemilihan paruh waktu AS mendorong harga minyak anjlok. Investor berharap konflik yang telah berlangsung berbulan-bulan dengan Iran dapat segera berakhir.

Kontrak berjangka indeks saham Jepang, Australia, dan Hong Kong mengindikasikan penguatan setelah indeks S&P 500 mencatat kenaikan terbesar sejak Agustus. Sementara itu, kontrak berjangka indeks Kospi Korea Selatan yang didominasi saham teknologi bergerak melemah, mengikuti penurunan saham-saham semikonduktor AS di tengah kekhawatiran mengenai masa depan pembangunan pusat data. Indeks Nasdaq 100 naik 0,9%, didorong oleh kenaikan lebih dari 5% masing-masing pada saham Microsoft Corp, Amazon.com Inc, dan Apple Inc.


Harga minyak mentah Brent anjlok lebih dari 8% hingga berada di bawah US$95 per barel. Pemimpin Minoritas Senat AS Chuck Schumer berjanji akan mengakhiri perang tersebut dan mengatakan sejumlah anggota Partai Republik akan mendukung upaya itu. Imbal hasil obligasi pemerintah AS turun di berbagai tenor pada Rabu, seiring para pedagang mengurangi taruhan bahwa Federal Reserve (The Fed) akan menaikkan suku bunga dalam setahun ke depan. Dolar AS mencatat pelemahan terbesar dalam dua bulan.

Reli pasar menunjukkan bahwa investor bersedia mengabaikan potensi kebuntuan kebijakan di Washington setelah Demokrat berhasil merebut kendali kedua kamar Kongres AS. Penguatan obligasi akibat merosotnya harga minyak, ditambah spekulasi bahwa fenomena 'gelombang biru' (blue wave) Demokrat ini akan membatasi manuver Presiden Donald Trump dalam menambah defisit anggaran, juga dipandang sebagai faktor penyokong pergerakan saham.