Logo Bloomberg Technoz

Bursa Asia Diprediksi Melemah usai Saham Cip AS Rontok

News
03 November 2026 07:00

Bursa Asia. (Dok: Bloomberg)
Bursa Asia. (Dok: Bloomberg)

 Toby Alder - Bloomberg News

Bloomberg, Bursa saham teknologi Asia diperkirakan melemah pada Selasa (3/11) setelah aksi jual saham perusahaan semikonduktor di AS semakin dalam. Tekanan tersebut membayangi penurunan tajam harga minyak yang dipicu harapan atas kemajuan diplomatik untuk mengakhiri perang di Iran.

Kontrak berjangka indeks saham Jepang dan Korea Selatan, yang memiliki eksposur besar terhadap sektor teknologi, mengindikasikan pelemahan. Sebaliknya, kontrak berjangka Australia bergerak menguat. Di AS, indeks yang mengukur kinerja saham perusahaan semikonduktor memperpanjang penurunan selama tiga hari berturut-turut hingga mencapai 12 persen. Nasdaq 100 juga turun 10 persen dari level tertingginya dan memasuki fase koreksi teknikal. Sementara itu, indeks S&P 500 melemah 0,5 persen.


Di Asia, perhatian pasar juga akan tertuju pada saham-saham China setelah People’s Bank of China (PBOC) menyatakan akan mendorong lembaga keuangan untuk lebih banyak memanfaatkan instrumen pendukung pasar saham serta mengoptimalkan ketentuan penggunaannya. Langkah ini diambil ketika pemerintah berupaya memperkuat stabilitas pasar.

Dalam perdagangan setelah jam bursa, Apple Inc melaporkan perlambatan pertumbuhan penjualan, sementara pendapatan dari China tidak memenuhi ekspektasi. Di sisi lain, Anthropic PBC mengungkapkan bahwa pendapatan kuartalannya meningkat 12 kali lipat. Perusahaan tersebut juga memaparkan rencana belanja lebih dari US$895 miliar dalam beberapa tahun mendatang.

Grafik harga minyak. (Sumber: Bloomberg)