Menegaskan risiko terus berlanjut, Iran melaporkan sebuah kapal tanker terkena ranjau di perairan tersebut pada Kamis pagi. Negara tersebut juga sedang mendiskusikan upaya bersama Oman untuk memulihkan lalu lintas kapal.
Perang di Iran telah menghilangkan hampir seperlima ekspor gas alam cair (LNG) global dari pasar, sehingga persediaan bahan bakar di Eropa sangat rendah untuk musim dingin ini dan memicu potensi persaingan ketat dengan Asia untuk mengamankan pasokan.
Harga gas di kedua kawasan tersebut baru-baru ini melonjak ke level tertinggi sejak 2022, atau lebih dari tiga kali lipat dari harga awal tahun.
"Pasar energi di bawah tekanan signifikan menyusul kemenangan telak Partai Demokrat dalam Pemilu sela AS, di tengah harapan bahwa perubahan politik ini dapat mempercepat upaya untuk mengakhiri perang dengan Iran," tulis Warren Patterson dan Ewa Manthey, para analis ING Groep NV, dalam catatannya.
"Namun, secara fundamental, pasar gas Eropa tetap dalam kondisi ketat."
Para trader di Eropa mulai memanfaatkan cadangan gas seiring turunnya suhu pekan ini, sementara produksi listrik dari tenaga angin dan surya juga mengalami penurunan.
Tingkat cadangan gas di seluruh Uni Eropa turun menjadi 74%—di bawah rata-rata musiman lima tahun sebesar 90%. Di Jerman, ekonomi terbesar di kawasan tersebut, tingkat cadangan bahkan di bawah 61%.
Sementara itu, pasokan tetap ketat, di mana aliran pipa gas dari Norwegia masih di bawah kapasitas akibat sejumlah gangguan tak terduga. Pada saat yang sama, para pembeli LNG di Asia Selatan dan Asia Tenggara diperkirakan akan meningkatkan pembelian di pasar spot, setelah harga turun baru-baru ini.
Menurut EnergyScan dari Engie SA, fundamental pasar spot sebenarnya tidak menunjukkan tren bearish, dan aksi jual pekan ini mungkin dipercepat oleh dana investasi dan spekulan lainnya.
Dalam catatannya, Engie SA menyebut dana investasi telah mengurangi posisi net long mereka pada gas Eropa pekan lalu, dan "aksi jual tersebut kemungkinan berlanjut pekan ini." Mereka menambahkan, "masih harus dilihat kapan aksi jual ini akan berhenti."
Kontrak berjangka gas Belanda—patokan harga gas Eropa—bulan depan naik 1,6% menjadi €89,52 per megawatt-hour pada pukul 13.14 di Amsterdam. Sebelumnya, harga sempat menyentuh level terendah dalam lebih dari dua pekan.
Menurut ICIS, volatilitas akan terus berlanjut dalam beberapa pekan mendatang. Dalam skenario dasar, ICIS memperkirakan penyelesaian masalah dan pemulihan aliran gas melalui Selat Hormuz baru akan terjadi mulai akhir kuartal pertama.
Namun, menurut diskusi dalam webinar yang diadakan perusahaan intelijen pasar tersebut pada Kamis, perubahan situasi yang mendadak dalam konflik tersebut dapat memberikan dampak bearish yang "dramatis" terhadap harga.
(bbn)






























