Dia menargetkan pemanfaatan sagu untuk pengeboran minyak dapat terlaksana bulan depan, setelah menggelar business matching dengan PT Pertamina Hulu Energi dan standar nasional Indonesia (SNI) sagu tersebut rampung.
Dia juga berharap sagu bisa dijadikan sebagai mandatori untuk proses drilling di sumur-sumur minyak swasta.
"Uji coba sudah dilaksanakan. Tinggal SNI-nya nanti kita buat. Tadi kita sempat diskusi Desember ini kami melalui koordinasi dengan Pak Sekjen akan mengadakan business matching dengan Pertamina Hulu Energi. Seperti itu. Insyaallah positif," bebernya.
Dia juga meminta Pertamina untuk memperluas penggunaan sagu dalam proses drilling tersebut. "Rasanya Pertamina pasti tidak keberatan untuk memakai produk sagu dalam proses pengeboran minyak."
Mengenai pasokan sagu, Sarmudji mengatakan stoknya didapat dari Kabupetan Seram Bagian Timur, Maluku. Bahkan, dia menyebut sudah terdapat kerja sama antara Bupati Seram Bagian Timur dengan satu perusahaan, yang diklaim sudah memiliki teknologi urusan perpatian.
Menurutnya, perusahaan tersebut membuat sendiri teknologi untuk menghasilkan pati. Penyebabnya, sagu untuk keperluan drilling memiliki kualifikasi khusus, sehingga harus berskala industri.
"Tadi ada MoU Bupati Seram Bagian Timur dengan satu perusahaan. Saya lupa namanya tadi, tetapi dia sudah advance lah, bahkan memproduksi mesinnya juga. Jadi insyaallah dengan itu ke depan cukup lah," ujarnya.
Rencana ini juga telah dikoordinasikan otoritas perindustrian dengan Pertamina lewat audiensi yang juga digelar secara bersamaan hari ini.
Direktur Logistik dan Infrastruktur Pertamina Jaffee Arizon Suardin mengaku siap mendukung program pemerintah tersebut, serta berkolaborasi dengan Kemenperin dan kementerian lain agar rencana ini bisa terlaksana dengan cepat.
"Kami tentunya tadi sudah melaporkan ke Pak Menteri untuk mengajak para pemilik perusahaan, pemilik teknologi untuk bisa langsung berkolaborasi dengan Pertamina. Kita lihat, nanti ada sistem untuk me-matching-kan antara kebutuhan dan apa yang tersedia di Indonesia, sehingga bisa kita gabungkan secara bersamaan," kata Jaffee usai rapat dengan Menperin Sarmuji.
(ros/wdh)






























