Logo Bloomberg Technoz

Lesatan harga emas dunia sepertinya ikut mendorong emas Antam. Kemarin, harga emas dunia di pasar spot ditutup di US$ 4.065,4/troy ons. Melonjak 3,4% dari hari sebelumnya.

Depresiasi kurs dolar Amerika Serikat (AS) menjadi sentimen positif bagi emas. Kemarin, Dollar Index (yang mencerminkan posisi greenback di hadapan enam mata uang utama dunia) melemah 0,37% ke 101,49. Ini menjadi yang terlemah sejak 30 September atau lebih dari sebulan terakhir.

Emas adalah aset yang dibanderol dalam dolar AS. Kala mata uang Negeri Paman Sam melemah, emas menjadi lebih murah bagi investor yang memegang mata uang lain.

Kelesuan dolar AS disebabkan oleh perubahan peta politik di Negeri Adikuasa. Dalam Pemilu sela, Partai Demokrat memastikan kendali atas dua kamar parlemen, House of Representatives dan Senat.

Sepertinya investor mengartikan bahwa ke depan risiko kebuntuan akan terjadi. Berbagai kebijakan yang diusulkan pemerintahan Presiden Donald Trump dari Partai Republik rasanya bakal banyak menuai perdebatan di parlemen, sehingga implementasinya mundur atau bahkan tidak mendapatkan lampu hijau.

Selain risiko stagnasi politik kebijakan, dolar AS juga terbeban akibat harapan tekanan inflasi bisa diredam. Kemenangan Partai Demokrat membuat asa perdamaian di Timur Tengah hidup kembali. Kebijakan perang yang digaungkan Presiden Trump dan Partai Republik bisa jadi akan mendapat tentangan keras baik dari House maupun Senat.

Merespons kejayaan Partai Demokrat di Pemilu Sela, harga minyak dunia terjun bebas. Kemarin, harga minyak jenis brent ditutup anjlok 8,67% ke US$ 94,62/barel, terendah sejak akhir Agustus atau lebih dari dua bulan terakhir.

Apabila harga energi bisa dijaga tetap stabil, maka bank sentral di berbagai negara (termasuk Federal Reserve di AS) tidak perlu tergesa-gesa dalam menaikkan suku bunga acuan. Sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset), kabar ini tentu positif bagi emas.

(aji)

No more pages