Logo Bloomberg Technoz

Dari sisi ekonomi, hubungan bilateral Indonesia dan Türkiye masih memiliki ruang pertumbuhan yang cukup besar. Pada 2025, total perdagangan kedua negara tercatat mencapai sekitar US$2,30 miliar.

Nilai tersebut terdiri atas ekspor Indonesia ke Türkiye sebesar US$1,72 miliar dan impor Indonesia dari Türkiye senilai US$575,2 juta.

Kedua negara juga memiliki target untuk meningkatkan nilai perdagangan bilateral hingga US$10 miliar. Target tersebut membuka peluang bagi Indonesia untuk memperluas sekaligus mendiversifikasi perdagangan dengan Türkiye.

Bagi KADIN Indonesia, upaya meningkatkan hubungan perdagangan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekspor, tetapi juga mencakup perluasan peluang perdagangan yang dapat memberikan manfaat timbal balik bagi kedua negara.

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia Bidang Hubungan Luar Negeri, Bernardino M. Vega, mengatakan penguatan hubungan strategis perlu diikuti dengan langkah konkret yang mampu memberikan manfaat ekonomi bagi pelaku usaha.

“Hubungan strategis Indonesia dan Türkiye perlu diterjemahkan menjadi peluang ekonomi yang semakin nyata. Fokus kami adalah memperbesar perdagangan kedua negara melalui kemitraan yang saling melengkapi, memperluas akses pasar, dan membuka ruang bagi lebih banyak pelaku usaha untuk terlibat,” ujar Bernardino.

Türkiye juga memiliki keunggulan geografis yang dapat dimanfaatkan Indonesia untuk memperluas penetrasi produk ke berbagai kawasan internasional. Negara tersebut berpotensi menjadi hub perdagangan bagi produk Indonesia untuk menjangkau pasar Eropa, Timur Tengah, Afrika Utara, dan kawasan sekitarnya.

Namun, pemanfaatan posisi strategis tersebut membutuhkan pemahaman yang memadai terhadap karakteristik pasar, kebutuhan konsumen, serta tingkat daya saing produk Indonesia.

Selain itu, keterlibatan importir dan distributor lokal menjadi salah satu aspek penting untuk memperluas distribusi dan memastikan produk Indonesia dapat menjangkau konsumen di pasar Türkiye.

KADIN Jajaki Kerja Sama dengan TOBB dan DEİK

(Dok. Ist)

Dalam rangkaian misi dagang tersebut, KADIN Indonesia juga memperkuat hubungan kelembagaan dengan organisasi dunia usaha Türkiye. Salah satunya melalui pertemuan dengan Presiden Union Chambers and Commodity Exchanges of Türkiye (TOBB), M. Rifat Hisarcıklıoğlu.

Pertemuan tersebut membahas peluang penguatan hubungan antarkamar dagang kedua negara, termasuk penjajakan kemungkinan penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU).

MoU tersebut diharapkan dapat menjadi kerangka dan landasan kolaborasi jangka panjang untuk memperluas hubungan bisnis, memfasilitasi perdagangan, serta membuka peluang kerja sama investasi antara Indonesia dan Türkiye.

Selain pertemuan dengan TOBB, KADIN Indonesia turut menggelar Forum Bisnis bersama Foreign Economic Relations Board of Türkiye (DEİK).

Forum tersebut menjadi wadah bagi pelaku usaha kedua negara untuk membahas potensi perdagangan dan investasi sekaligus mempertemukan kepentingan dunia usaha Indonesia dan Türkiye.

Melalui forum ini, KADIN Indonesia mendorong terbentuknya peluang kerja sama yang dapat ditindaklanjuti melalui sejumlah agenda, antara lain pemetaan produk potensial, fasilitasi hubungan bisnis, hingga penjajakan kemitraan investasi.

Penguatan hubungan antarkamar dagang juga diharapkan dapat mendukung upaya kedua negara dalam memperluas kerja sama ekonomi. Salah satu agenda yang menjadi perhatian adalah proses negosiasi perjanjian dagang antara Indonesia dan Türkiye.

Perjanjian tersebut diharapkan dapat membuka ruang perdagangan yang lebih luas sekaligus memperkuat kepastian bagi pelaku usaha dalam mengembangkan aktivitas bisnis lintas negara.

Bagi Indonesia, penguatan kerja sama kelembagaan menjadi salah satu instrumen untuk memperluas akses pasar sekaligus mengidentifikasi hambatan perdagangan yang berpotensi memengaruhi daya saing produk nasional.

Survei Pasar untuk Identifikasi Produk Potensial

Selain membangun komunikasi dengan lembaga perdagangan dan pelaku usaha, KADIN Indonesia juga melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi pasar di Türkiye.

Survei pasar dilakukan di sejumlah pusat perdagangan, yakni Grand Bazaar, Spice Bazaar, dan Arasta Bazaar. Kegiatan tersebut bertujuan memberikan gambaran langsung mengenai karakteristik pasar, jenis produk yang telah beredar, serta preferensi dan kebutuhan konsumen setempat.

Melalui pengamatan tersebut, KADIN Indonesia berupaya mengidentifikasi keberadaan produk Indonesia yang telah memasuki pasar Türkiye sekaligus melihat peluang untuk memperluas penetrasi produk lainnya.

Informasi mengenai karakteristik produk, tingkat persaingan, dan kebutuhan konsumen diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pelaku usaha Indonesia dalam menyusun strategi ekspor yang lebih sesuai dengan kondisi pasar.

Langkah ini dinilai penting mengingat perluasan pasar internasional tidak hanya membutuhkan kemampuan produksi dan penawaran harga yang kompetitif, tetapi juga pemahaman terhadap permintaan serta karakteristik konsumen di negara tujuan.

KADIN Indonesia juga melakukan kunjungan ke Mudo Concept, perusahaan furnitur asal Türkiye. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memperoleh pemahaman lebih jauh mengenai pilihan produk, perkembangan tren desain, serta preferensi pasar furnitur internasional.

Dari kunjungan tersebut, KADIN Indonesia turut menjajaki potensi produk furnitur Indonesia yang memiliki karakteristik eksotis untuk memenuhi kebutuhan pasar internasional melalui Türkiye.

Penjajakan ini membuka peluang bagi produk furnitur nasional untuk memperluas jangkauan pemasaran melalui pemahaman terhadap tren desain dan kebutuhan konsumen di pasar tujuan.

Selain agenda perdagangan dan survei pasar, KADIN Indonesia juga memperluas jejaring internasional melalui partisipasi dalam B57+ Business Leaders’ Summit 2026.

Forum tersebut mempertemukan komunitas dunia usaha dan sejumlah pemangku kepentingan internasional. Beberapa tokoh yang hadir di antaranya Wakil Presiden Republik Türkiye Cevdet Yılmaz, Presiden TOBB M. Rifat Hisarcıklıoğlu, serta Presiden Islamic Chamber of Commerce and Development (ICCD) Abdullah Saleh Kamel.

Kehadiran para pemimpin pemerintahan dan organisasi bisnis internasional tersebut menjadi kesempatan untuk memperkuat komunikasi serta memperluas jejaring kerja sama ekonomi lintas negara.

Dalam rangkaian kegiatan B57+ Business Leaders’ Summit 2026, Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri juga menjadi pembicara dalam Panel 3 bertajuk Next-Generation Convergence: AI, Youth Enterprise, and the OIC Digital Growth Frontier.

Panel tersebut mengangkat pembahasan mengenai konvergensi teknologi kecerdasan buatan (AI), kewirausahaan generasi muda, serta peluang pertumbuhan ekonomi digital di negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

Delegasi KADIN Indonesia turut menghadiri B57+ Gala Dinner sebagai bagian dari upaya memperluas hubungan dan jejaring dengan komunitas bisnis internasional.

KADIN Bidik Tindak Lanjut Kerja Sama Bisnis

(Dok. Ist)

KADIN Indonesia berharap rangkaian misi dagang ke Türkiye tidak berhenti pada pertemuan dan penjajakan awal, tetapi dapat menghasilkan kerja sama yang memberikan manfaat langsung bagi pelaku usaha kedua negara.

Sejumlah agenda tindak lanjut telah disiapkan, mulai dari pemetaan produk potensial Indonesia dan Türkiye, fasilitasi pertemuan antarpelaku usaha, hingga penjajakan peluang investasi.

Pembahasan lebih lanjut mengenai kemungkinan penandatanganan MoU dengan TOBB juga menjadi salah satu agenda yang diharapkan dapat memperkuat fondasi hubungan kelembagaan kedua organisasi.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat peran sektor swasta dalam mendukung diplomasi ekonomi Indonesia.

Dengan hubungan kelembagaan yang semakin erat, pelaku usaha diharapkan memperoleh akses yang lebih luas terhadap informasi pasar, mitra bisnis, serta peluang investasi di masing-masing negara.

Di tengah target peningkatan perdagangan bilateral hingga US$10 miliar, keberadaan Türkiye sebagai mitra strategis sekaligus pintu masuk menuju pasar Eropa, Timur Tengah, dan Afrika Utara menjadi peluang yang dapat dimanfaatkan oleh dunia usaha Indonesia.

Melalui sinergi dengan pemerintah dan mitra internasional, KADIN Indonesia berkomitmen mendorong perluasan akses pasar serta memperkuat hubungan ekonomi Indonesia-Türkiye.

Pada akhirnya, keberhasilan diplomasi ekonomi tidak hanya diukur melalui intensitas pertemuan bilateral maupun forum bisnis, tetapi juga dari kemampuan menghasilkan transaksi perdagangan, kemitraan investasi, dan kolaborasi jangka panjang.

Karena itu, tindak lanjut yang terarah dari misi dagang ini diharapkan dapat memperkuat posisi produk Indonesia di pasar internasional sekaligus menciptakan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi dunia usaha kedua negara.

(tim)

No more pages