Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Menguat ke Rp18.107/US$, Sejalan Mata Uang Asia

Tim Riset Bloomberg Technoz
04 November 2026 09:08

Karyawan merapihkan uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran uang asing di Jakarta, Selasa (29/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan merapihkan uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran uang asing di Jakarta, Selasa (29/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah membuka perdagangan Rabu (4/11/2026) dengan penguatan 0,1% ke Rp18.130/US$, meski tekanan dan sentimen pemberat masih meliputi pasar keuangan domestik. 

Tak lama berselang rupiah memperkuat posisinya ke Rp18.107/US$, menguat 0,23% pada 09:05 WIB.

Sebagian besar mata uang utama Asia menguat pagi ini, dipimpin yen Jepang 0,65%, won Korea Selatan 0,53%, ringgit Malaysia, dolar Singapura. Lalu, baht Thailand, dolar Hong Kong, dan yuan offshore menguat lebih terbatas.


Sebaliknya, dolar Taiwan melemah, bersama peso Filipina. 

Rupiah dan mata uang Asia. (Bloomberg)

Penguatan mata uang Asia tertopang oleh melandainya indeks dolar Amerika Serikat (AS) 0,47% ke 101,38. Sementara, pasar obligasi kawasan kembali tertekan dengan adanya ekspektasi kenaikan suku bunga oleh sejumlah bank sentral negara-negara utama. Yield obligasi Inggris naik 6,9 basis poin (bps) jadi 5,25%, disusul Prancis naik 5,1 bps jadi 4,94%.