Logo Bloomberg Technoz

Menariknya, struktur kepemilikan ASI tidak berdiri sendiri. Perusahaan tersebut dimiliki oleh PT Adaro Strategic Capital (ASC) sebesar 74,93% dan PT Adaro Strategic Lestari (ASL) sebesar 25,07%.

Pada lapisan inilah keterlibatan empat kelompok keluarga konglomerat tersebut terlihat lebih jelas.

Keluarga Thohir

Keluarga Thohir masuk melalui PT Trinugraha Thohir (TNT), perusahaan yang seluruhnya dimiliki secara langsung maupun tidak langsung oleh keluarga Thohir. Keluarga ini diwakili Edna Thohir, Hireka Vitaya, Garibaldi Thohir, dan Erick Thohir.

Dalam struktur kepemilikan ASC, TNT tercatat memiliki 25% saham. Garibaldi Thohir sendiri juga tercatat sebagai pemegang saham langsung Alamtri sebesar 6,86% per 30 Juni 2026.

Garibaldi merupakan Wakil Presiden Komisaris Alamtri. Sementara itu, Erick Thohir dikenal sebagai salah satu anggota keluarga yang memiliki kiprah di sektor bisnis maupun pemerintahan.

Keluarga Subianto

Kelompok keluarga berikutnya adalah keluarga mendiang Ir. Subianto melalui PT Persada Capital Investama (PCI).

Dokumen Alamtri menyebut PCI merupakan perusahaan yang seluruhnya dimiliki secara langsung maupun tidak langsung oleh keluarga mendiang Ir. Subianto. Keluarga tersebut diwakili oleh Meity Subianto, Arini Saraswaty Subianto, Armeilia Widayanti Subianto, dan Ardiani Kartika Sari Subianto.

PCI memiliki 25% saham ASC. Selain itu, perusahaan tersebut juga tercatat menguasai 25,27% saham ASL.

Arini Saraswaty Subianto turut menduduki posisi Komisaris Alamtri. Ia juga tercatat memiliki 0,28% saham perusahaan per 30 Juni 2026.

Keluarga TP Rachmat

Jejaring berikutnya berasal dari keluarga Theodore Permadi Rachmat melalui PT Triputra Investindo Arya (TIA).

Dalam laporan keuangan Alamtri, TIA disebut sebagai perusahaan yang seluruhnya dimiliki secara langsung maupun tidak langsung oleh keluarga Theodore Permadi Rachmat. Keluarga ini diwakili oleh Like Rani Imanto dan Christian Ariano Rachmat.

TIA memiliki 25% saham ASC. Pada struktur ASL, kepemilikannya bahkan mencapai 44,94%.

Christian Ariano Rachmat juga tercatat sebagai Komisaris Alamtri. Per 30 Juni 2026, ia memiliki 0,06% saham perusahaan.

Edwin Soeryadjaya

Nama berikutnya adalah Edwin Soeryadjaya, salah satu tokoh di balik kelompok usaha Saratoga. Dalam dokumen Alamtri, PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) disebut sebagai perusahaan terbuka yang mayoritas sahamnya secara langsung maupun tidak langsung dimiliki oleh Edwin.

Saratoga tercatat memiliki 25% saham ASC dan 29,79% saham ASL. Edwin sendiri menjabat sebagai Presiden Komisaris Alamtri.

Per 30 Juni 2026, Edwin memiliki 3,65% saham Alamtri secara langsung. Kepemilikan tersebut menjadikannya salah satu pemegang saham individu terbesar di perusahaan setelah Garibaldi Thohir.

Bertemu di ASI

Keterlibatan empat kelompok tersebut memperlihatkan bahwa pengendalian Alamtri tidak hanya bertumpu pada satu pemegang saham individu. Struktur perusahaan induk ASI menghubungkan sejumlah kendaraan investasi yang dimiliki oleh keluarga-keluarga tersebut.

Pada ASC, masing-masing TNT, SRTG, PCI, dan TIA memiliki porsi kepemilikan yang sama, yakni 25%. Sementara itu, komposisi ASL memperlihatkan porsi TIA sebesar 44,94%, SRTG 29,79%, dan PCI 25,27%.

Di tingkat pengelolaan ASI, laporan keuangan Alamtri juga mencatat jajaran direksi yang terdiri dari Garibaldi Thohir, Christian Ariano Rachmat, Michael W.P. Soeryadjaya, dan Arini Saraswaty Subianto.

Keempat nama tersebut juga tercantum sebagai pihak yang memiliki kewenangan dalam pengangkatan, penggantian, maupun pemberhentian anggota direksi dan komisaris Alamtri melalui struktur ASI.

Sementara itu, dalam struktur kepemilikan langsung Alamtri per 30 Juni 2026, ASI menguasai 48,77% saham, Garibaldi Thohir 6,86%, Edwin Soeryadjaya 3,65%, Arini Saraswaty Subianto 0,28%, dan Christian Ariano Rachmat 0,06%.

(fik/naw)

No more pages