Perseroan mencatatkan penghematan sekitar Rp28,5 miliar. Dampaknya turut terlihat pada margin laba usaha yang meningkat menjadi 15,3% dari sebelumnya 12,7%.
Dari sisi segmen usaha, produk sarang burung walet olahan masih mendominasi penjualan dengan kontribusi Rp379,19 miliar atau 89,3% dari total pendapatan. Sementara itu, segmen produk konsumen menyumbang Rp45,40 miliar atau sekitar 10,7%.
Meski kontribusi penjualannya lebih kecil, segmen produk konsumen mencatatkan margin laba kotor 46,4%. Angka tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
RLCO Perluas Diversifikasi Usaha
Untuk memperluas sumber pendapatan, RLCO terus mengembangkan portofolio produk konsumen, termasuk Momiku dan Realfood Reserve. Strategi ini diarahkan untuk meningkatkan kontribusi produk bernilai tambah tanpa mengesampingkan bisnis utama sarang burung walet olahan.
Perseroan juga melanjutkan pengembangan dan pengujian bioaktif produk fitofarmaka. Untuk mendukung kegiatan tersebut, RLCO mengeluarkan Rp10,14 miliar untuk perolehan aset takberwujud selama sembilan bulan pertama 2026.
Dari sisi neraca, total aset RLCO per 30 September 2026 mencapai Rp838,68 miliar. Adapun liabilitas tercatat Rp509,25 miliar, sedangkan ekuitas mencapai Rp329,43 miliar.
Kinerja tersebut menunjukkan strategi efisiensi menjadi penopang profitabilitas RLCO saat pendapatan mengalami kontraksi. Di sisi lain, diversifikasi produk dan pengembangan fitofarmaka menjadi bagian dari upaya Perseroan memperluas sumber pertumbuhan bisnis.
(tim)






























