Logo Bloomberg Technoz

Perkuat Modal Pasca IPO, RLCO Tunda Pembagian Dividen


(Dok. Ist)
(Dok. Ist)

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (IDX: RLCO) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 pada Senin, 8 Juni 2026. Agenda tersebut menjadi momen penting bagi Perseroan karena merupakan RUPST pertama sejak resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada 8 Desember 2025.

Rapat berlangsung secara hibrida di Eastern Hotel Bojonegoro, Jawa Timur. Selain dihadiri secara langsung oleh para pemegang saham, Perseroan juga memfasilitasi partisipasi elektronik melalui platform Electronic General Meeting System KSEI atau eASY.KSEI.

Dalam pelaksanaannya, seluruh mata acara yang diajukan Direksi memperoleh persetujuan dari para pemegang saham. Persetujuan tersebut mencerminkan dukungan investor terhadap arah bisnis dan strategi pertumbuhan Perseroan pasca penawaran umum perdana saham atau IPO.

Salah satu keputusan penting dalam rapat adalah ratifikasi penunjukan Kantor Akuntan Publik Krisnawan, Nugroho & Fahmy yang telah mengaudit laporan keuangan Perseroan untuk Tahun Buku 2025. Pemegang saham juga menyetujui laporan tahunan serta mengesahkan laporan keuangan konsolidasian yang telah diaudit.

Selain itu, rapat turut menyetujui laporan tugas pengawasan Dewan Komisaris dan memberikan pelunasan serta pembebasan tanggung jawab sepenuhnya kepada anggota Direksi dan Dewan Komisaris atas tindakan pengurusan dan pengawasan yang dilakukan sepanjang Tahun Buku 2025.

Agenda lain yang disetujui mencakup penetapan penggunaan laba bersih, pemberian tantiem kepada Direksi dan Dewan Komisaris, penetapan remunerasi untuk Tahun Buku 2026, serta pelimpahan kewenangan kepada Dewan Komisaris untuk menunjuk Kantor Akuntan Publik yang akan mengaudit laporan keuangan tahun berikutnya.

RUPST juga menerima laporan realisasi penggunaan dana hasil IPO hingga 31 Desember 2025. Laporan tersebut menjadi bagian dari komitmen Perseroan dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas kepada investor setelah menjadi perusahaan terbuka.

Berdasarkan keputusan rapat, laba bersih Perseroan Tahun Buku 2025 yang mencapai Rp40,98 miliar akan dialokasikan sebesar Rp9,375 miliar sebagai cadangan umum. Sementara itu, sisa laba sebesar Rp31,61 miliar ditetapkan sebagai laba ditahan yang belum ditentukan penggunaannya.

Manajemen memutuskan untuk tidak membagikan dividen tunai pada tahun ini. Kebijakan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kebutuhan penguatan struktur permodalan serta dukungan terhadap ekspansi dan pertumbuhan usaha setelah pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia.

Penjualan dan Laba Tumbuh Signifikan

RLCO juga memaparkan perkembangan penggunaan dana hasil IPO yang diperoleh pada akhir tahun lalu. Dari total hasil bersih penawaran umum sebesar Rp100,23 miliar, realisasi penggunaan dana hingga akhir 2025 tercatat sebesar Rp10 miliar.

Dengan demikian, masih terdapat saldo dana sebesar Rp90,23 miliar yang akan digunakan secara bertahap sesuai rencana penggunaan dana yang telah disampaikan kepada publik melalui prospektus saat IPO.

Kinerja keuangan Perseroan sepanjang Tahun Buku 2025 menunjukkan pertumbuhan yang sangat kuat. Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian yang telah diaudit oleh KAP Krisnawan, Nugroho & Fahmy, penjualan RLCO mencapai Rp635,17 miliar.

Angka tersebut meningkat 19,76 persen dibandingkan penjualan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp530,38 miliar. Pertumbuhan tersebut menunjukkan keberhasilan Perseroan dalam memperluas pasar dan meningkatkan permintaan terhadap produk yang dipasarkan.

Tidak hanya dari sisi pendapatan, RLCO juga berhasil mencatat lonjakan laba yang sangat signifikan. Laba tahun berjalan mencapai Rp40,98 miliar atau tumbuh 325,48 persen dibandingkan realisasi tahun 2024 yang sebesar Rp9,63 miliar.

Peningkatan profitabilitas tersebut menjadi salah satu pencapaian penting bagi Perseroan, terutama karena terjadi pada tahun yang sama ketika perusahaan berhasil menyelesaikan proses IPO dan memasuki babak baru sebagai emiten di pasar modal Indonesia.

Direktur Utama PT Abadi Lestari Indonesia Tbk, Edwin Pranata, mengatakan keberhasilan tersebut tidak terlepas dari strategi bisnis yang dijalankan secara konsisten sepanjang tahun lalu.

"Tahun 2025 menjadi tahun yang penting bagi Perseroan, tidak hanya karena berhasil mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia, tetapi juga karena kami mampu membukukan pertumbuhan kinerja yang positif. Ke depan, kami akan terus memperkuat fundamental bisnis, menjaga efisiensi operasional, dan mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan," ujar Edwin.

Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi fondasi yang kuat bagi Perseroan untuk melanjutkan ekspansi dan meningkatkan daya saing di industri pengolahan protein yang semakin berkembang.

Memasuki Tahun Buku 2026, RLCO menetapkan target pertumbuhan yang tetap agresif. Perseroan membidik penjualan sekitar Rp716 miliar atau meningkat sekitar 12,8 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya.

Sementara itu, laba tahun berjalan ditargetkan mencapai sekitar Rp45 miliar. Angka tersebut mencerminkan proyeksi pertumbuhan sekitar 9 persen dibandingkan realisasi laba tahun 2025 yang mencapai Rp40,98 miliar.

Direktur PT Abadi Lestari Indonesia Tbk, Dwiadi Prastian Hadi, menyampaikan bahwa pencapaian target tersebut akan didukung melalui sejumlah strategi utama yang berfokus pada penguatan pasar dan peningkatan nilai tambah produk.

"Perseroan akan terus menjaga kualitas pertumbuhan dengan memperkuat kinerja operasional dan meningkatkan nilai tambah produk. Fokus tersebut menjadi bagian dari upaya kami untuk mencapai target penjualan dan laba yang telah ditetapkan pada 2026," kata Dwiadi.

Perseroan juga menegaskan komitmennya untuk menjalankan strategi pertumbuhan yang berkelanjutan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan bisnis. Penguatan posisi keuangan dan efisiensi operasional akan menjadi prioritas untuk menjaga daya tahan usaha dalam jangka panjang.

Sebagai perusahaan holding yang bergerak di bidang pengolahan dan pengembangan produk protein berkualitas tinggi, RLCO memiliki visi menjadi pemimpin industri protein terintegrasi dari Indonesia untuk pasar global.

Perusahaan mengembangkan bisnis berbasis inovasi, kualitas, dan penciptaan nilai tambah guna memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun internasional. Melalui riset dan proses produksi berstandar tinggi, Perseroan berupaya menghadirkan produk kesehatan modern yang mudah diakses masyarakat.

Selain mengejar pertumbuhan bisnis, RLCO juga menempatkan keberlanjutan sebagai bagian dari strategi perusahaan. Perseroan berupaya memberikan kontribusi terhadap peningkatan gizi masyarakat, mendukung pengembangan industri pangan nasional, serta memperluas pasar ekspor produk protein asal Indonesia.

Dengan dukungan hasil IPO, pertumbuhan laba yang kuat, dan target ekspansi yang terukur pada 2026, RLCO optimistis dapat memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain yang terus berkembang di sektor industri protein dan produk bernilai tambah di Indonesia.