Harga Minyak Ambruk, Rupiah Bisa Dapat Angin Segar
Tim Riset Bloomberg Technoz
03 November 2026 08:07

Bloomberg Technoz, Jakarta - Tekanan terhadap rupiah berpotensi sedikit berkurang dengan terpangkasnya harga minyak mentah dunia 10,94% ke US$104,77/barel. Pada perdagangan spot hari ini, Selasa (3/11/2026), rupiah diperkirakan stabil di rentang Rp18.100-/US$, sejalan dengan pergerakan sebagian mata uang Asia yang hari ini mendapat angin segar dari penurunan harga minyak.
Harga minyak turun cukup signifikan, akibat kabar baik bahwa konflik Timur Tengah mendapat titik terang. Keterbukaan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk berunding guna mengakhiri ketegangan membawa sentimen positif bagi pasar energi.
Mata uang Asia sebagian menguat, meski masih terbatas pada 07:30 WIB. Won Korea Selatan, baht Thailand, yen Jepang, yuan offshore berada di zona hijau. Sebaliknya, dolar Singapura melemah terbatas.
Indeks dolar AS terhadap enam mata uang utama sedikit susut 0,08% ke 101,79. Pelaku pasar masih memperhitungkan kemungkinan bahwa inflasi yang persisten memaksa pembuat kebijakan untuk mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Hal ini yang menahan indeks dolar AS masih berada di atas level 100.
Ketahanan dolar AS itu, setidaknya, memberi ruang penguatan bagi obligasi Indonesia berdenominasi dolar AS (INDON). Sebagian besar tenor mencatat penurunan yield. Tenor 2 tahun turun 0,4 bps jadi 4,98%, diikuti tenor 5 tahun dan tenor 3 tahun turun masing-masing 0,1 bps jadi 5,048% dan 5,08%.


























