Logo Bloomberg Technoz

Banjir Sumatra dan Karhutla Serap Tambahan Belanja Negara Rp60T

Pramesti Regita Cindy
31 October 2026 13:30

Penanganan karhutla di Kalimantan Selatan. Foto oleh Dimas Ardian/Bloomberg. Diolah oleh Arie Pratama/Bloomberg Businessweek Indonesia
Penanganan karhutla di Kalimantan Selatan. Foto oleh Dimas Ardian/Bloomberg. Diolah oleh Arie Pratama/Bloomberg Businessweek Indonesia

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengungkapkan penanganan bencana alam, termasuk banjir di wilayah Sumatra dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), telah menyerap tambahan anggaran belanja negara sekitar Rp60 triliun. Tambahan belanja tersebut menjadi salah satu faktor yang mendorong meningkatnya proyeksi belanja negara dalam outlook Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.

Terlebih kata dia, bencana alam yang terjadi sepanjang tahun ini merupakan kejadian di luar perkiraan pemerintah sehingga tidak seluruh kebutuhan penanganannya telah dianggarkan sejak awal.

"Belanja itu meningkat gara-gara apa? Ada unprecedented event yang kita enggak pernah bayangkan, kita enggak pernah rencanakan, kita tidak pernah anggarkan, namanya bencana alam," kata Suahasil mengutip dalam paparannya di Rapimnas Kadin 2026, Sabtu (31/10/2026). 


"Dari sejak bencana alam di Sumatra bagian utara. Lalu ke beberapa tempat lain termasuk karhutla yang kita harus tangani, saat ini paling tidak sudah menyerap tambahan anggaran sekitar Rp60 triliun sendiri." 

Selain penanganan bencana, peningkatan belanja negara juga dipengaruhi tambahan kebutuhan subsidi dan kompensasi energi, terutama bahan bakar minyak (BBM).