Logo Bloomberg Technoz

Konsensus Bloomberg: Ekspor Melambat, Impor Melesat

Redaksi
31 October 2026 07:59

Pekerja melakukan aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jumat (27/2/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pekerja melakukan aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jumat (27/2/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kinerja perdagangan Indonesia diperkirakan sedikit tertekan pada September. Pertumbuhan impor yang tetap terakselerasi belum dibarengi dengan performa ekspor yang diperkirakan masih akan melambat. 

Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan data ekspor-impor dan neraca perdagangan pada awal pekan depan. Berdasarkan konsensus Bloomberg terhadap 22 orang ekonom per 31 Oktober 2026, ekspor Indonesia diperkirakan tumbuh 6,67% secara tahunan (year-on-year/yoy) pada September. Proyeksi capaian itu lebih rendah daripada realisasi ekspor bulan sebelumnya yaitu 6,72% yoy.

Sementara impor diperkirakan tumbuh jauh lebih tinggi mencapai 21% yoy. Jika terwujud, maka lebih tinggi dari realisasi pertumbuhan Agustus yang sebesar 19.09% yoy.


Perkiraan kinerja ekspor-impor tersebut berpontesi mengikis surplus neraca perdagangan. Survei Bloomberg memperkirakan neraca perdagangan September surplus US$1,82 miliar. Jika teralisasi, maka angka ini menyusut 48,7% dari catatan Agustus yang sebesar US$3,55 miliar. 

Kontribusi neraca perdagangan terhadap penopang ketahanan eksternal pun sepertinya kian terbatas. Penerimaan devisa dari ekspor semakin tipis.