Logo Bloomberg Technoz

BBM BERSUBSIDI

Minyak Terus Lewati US$100, Harga Asli Pertalite Diramal Rp17.400

Azura Yumna Ramadani Purnama
30 October 2026 15:40

Seorang petugas memindai kode QR di SPBU PT Pertamina di Pangkal Pinang, Indonesia./Bloomberg-Dimas Ardian
Seorang petugas memindai kode QR di SPBU PT Pertamina di Pangkal Pinang, Indonesia./Bloomberg-Dimas Ardian

Bloomberg Technoz, Jakarta – Center of Reform on Economic (Core) Indonesia memperkirakan harga keekonomian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi Pertalite mencapai Rp17.400/liter, dipengaruhi tingginya harga minyak mentah dunia dan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Ekonom Core Yusuf Rendy Manilet mencatat harga minyak mentah Brent sempat mencapai US$116,72/barel pada Oktober dan rupiah melemah ke sekitar Rp18.089/US, tetapi harga Brent sempat terkoreksi hingga akhirnya rerata harga minyak mentah Oktober diramal di kisaran US108—US110/barel.

“Pertalite harga keekonomiannya saat ini saya perkirakan sekitar Rp17.400/liter, sedangkan konsumen hanya membayar Rp10.000. Artinya, kompensasi yang ditanggung negara mencapai sekitar Rp7.400 untuk setiap liter,” kata Yusuf ketika dihubungi Bloomberg Technoz, Jumat (30/10/2026).

Petugas mengisi BBM jenis Pertalite di SPBU Pertamina Rest Area Tol Tangerang-Jakarta KM 14, Senin (1/4/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Dihubungi secara terpisah, Ekonom Universitas Andalas Syafruddin Karimi mencatat harga minyak mentah Indonesia Crude Price (ICP) September telah mencapai US$112,81/barel dan rupiah melemah ke sekitar Rp18.000/US$.

Dia mengestimasikan kondisi tersebut membuat harga keekonomian Pertalite berada di sekitar Rp18.500—Rp20.000/liter, utamanya jika tekanan minyak dan kurs bertahan.