Logo Bloomberg Technoz

BBM NONSUBSIDI

Harga Pertamax November Bisa Naik 5%—8%, Efek Minyak dan Rupiah

Azura Yumna Ramadani Purnama
30 October 2026 15:00

Pengendara mengisi bbm Pertamax di SPBU Pertamina, Jakarta, Rabu (10/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pengendara mengisi bbm Pertamax di SPBU Pertamina, Jakarta, Rabu (10/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Ekonom meramal harga bensin nonsubsidi RON 92 atau Pertamax naik menjadi sekitar Rp16.700—Rp17.200/liter atau sekitar 5—8% dibandingkan dengan harga Oktober 2026 yang senilai Rp15.950/liter.

Sementara itu, harga Pertamax Turbo diestimasikan naik pada November 2026 menjadi sekitar Rp20.300—Rp21.000/liter dari posisi Oktober di level Rp19.600/liter.

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet berpendapat harga BBM nonsubsidi tersebut bakal naik pada November 2026 gegara harga minyak mentah Brent sempat mencapai US$116,72/barel pada Oktober dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah ke sekitar Rp18.089/US$.


“Pemerintah tetap perlu menjaga jarak harga dengan Pertalite agar tidak mendorong perpindahan konsumsi yang lebih besar ke BBM bersubsidi. Jadi, skenario yang paling realistis adalah Pertamax naik ke kisaran Rp16.700 sampai Rp17.200 per liter, atau sekitar 5 sampai 8%,” kata Yusuf kepada Bloomberg Technoz, Jumat (30/10/2026).

Pengendara mengantre mengisi bbm Pertamax di SPBU Pertamina, Jakarta, Rabu (10/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Untuk Pertamax Turbo, Yusuf menilai memiliki ruang penyesuaian yang lebih besar karena konsumennya dinilai tidak terlalu sensitif terhadap harga dan harga jualnya telah mendekati harga keekonomiannya.