Logo Bloomberg Technoz

PASOKAN ENERGI

Alih Ekspor Gas Singapura Dinilai Minim Dampak bagi Industri RI

Azura Yumna Ramadani Purnama
30 October 2026 16:00

Pipa gas bawah laut di Pembangkit Listrik Tenaga Termal Futtsu milik Jera Co. di Futtsu, Prefektur Chiba, Jepang./Bloomberg-Kiyoshi Ota
Pipa gas bawah laut di Pembangkit Listrik Tenaga Termal Futtsu milik Jera Co. di Futtsu, Prefektur Chiba, Jepang./Bloomberg-Kiyoshi Ota

Bloomberg Technoz, Jakarta – Praktisi senior industri minyak dan gas (migas) Hadi Ismoyo menilai pengalihan ekspor gas pipa dari Singapura untuk memenuhi kebutuhan domestik Batam tidak akan memberikan dampak signifikan bagi industri nasional.

Alasannya, menurut Hadi, sekitar 70% industri Indonesia berada di Pulau Jawa, sedangkan volume gas yang dialihkan hanya sekitar 31 miliar unit termal Inggris per hari atau billion british thermal unit per day (BBtud)

Hadi mengatakan, secara total, produksi gas bumi Indonesia mencapai sekitar 6.000 BBtud, baik yang dipasok melalui pipa maupun dalam bentuk gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG).


Namun, sekitar 40% dari produksi tersebut masih diekspor, sementara pembangunan infrastruktur gas domestik belum dilakukan secara masif dan terintegrasi.

“Volume cut of gas ke Singapura hanya 31 BBtud dan hanya untuk kebutuhan Batam, sedangkan industri 70% ada di Pulau Jawa. Secara total gas tersedia baik pipa maupun LNG,” kata Hadi kepada Bloomberg Technoz, Jumat (30/10/2026).

Kapal pencairan terapung Hilli Episeyo (FLNGV), dibangun untuk Golar Hilli Corp oleh Keppel Offshore & Marine Ltd. di Singapura./Bloomberg-Sam Kang Li