Logo Bloomberg Technoz

Kendati begitu, Suahasil mengatakan pemerintah tetap mengupayakan kebijakan subsidi energi yang lebih tepat sasaran. Namun, dalam jangka pendek, subsidi dan kompensasi masih diperlukan untuk menahan kenaikan harga energi agar aktivitas ekonomi tetap berjalan.

Adapun seiring dengan peningkatan kebutuhan belanja tersebut, pemerintah juga melakukan penyesuaian terhadap proyeksi APBN hingga akhir tahun.

Suahasil memaparkan, belanja negara yang semula dianggarkan sebesar Rp3.843 triliun diproyeksikan meningkat menjadi Rp3.942 triliun dalam outlook per 31 Desember 2026, atau meningkat hampir Rp100 triliun. 

Sementara itu, pendapatan negara diperkirakan meningkat sekitar Rp52 triliun dari target awal sebesar Rp3.154 triliun menjadi Rp3.208 triliun.

"Belanjanya meningkat, maka pendapatan harus meningkat. Defisitnya kita naikkan, tetapi pembiayaannya kita buat supaya tetap kredibel," pungkasnya.

(prc/frg)

No more pages