Logo Bloomberg Technoz

DIPLOMASI ENERGI

Sejarah Kerja Sama Gas RI-Singapura Usai Riuh Pemangkasan Ekspor

Azura Yumna Ramadani Purnama
30 October 2026 17:50

Kapal Floating Production Storage and Offloading (FPSO) milik Tullow Oil Plc yang berlabuh di galangan Sembcorp Marine Tuas di Singapura./Bloomberg
Kapal Floating Production Storage and Offloading (FPSO) milik Tullow Oil Plc yang berlabuh di galangan Sembcorp Marine Tuas di Singapura./Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta – Indonesia telah resmi memangkas ekspor gas pipa ke Singapura sekitar 31 miliar unit termal Inggris per hari atau billion british thermal unit per day (BBtud) yang dimulai pada  Sabtu (24/10/2026).

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto menyatakan ekspor gas yang dikurangi berasal dari wilayah Natuna sebanyak 15 BBtud dan wilayah Sumatra sejumlah 16 BBtud.

“Mulai besok [hari ini] kita kurangi [ekspor] gas ke Singapura dari Natuna 15 BBtud, dari Sumatra 16 BBtud,” kata Djoko kepada awak media di sela Subroto Awards 2026, Jumat (23/10/2026) malam.


Sebelum kebijakan tersebut diumumkan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sudah lebih dahulu menyatakan Indonesia berpotensi tidak memperpanjang kontrak ekspor produk gas bumi Indonesia ke negara tetangga.

Kapal pencairan terapung Hilli Episeyo (FLNGV), dibangun untuk Golar Hilli Corp oleh Keppel Offshore & Marine Ltd. di Singapura./Bloomberg-Sam Kang Li

Alasannya, gejolak atau dinamika geopolitik masih terjadi dan membuat pemerintah harus berpegang pada kondisi bertahan atau survival mode.