Logo Bloomberg Technoz

“Saya memperkirakan harganya bergerak ke kisaran Rp20.300 sampai Rp21.000 per liter,” ujarnya.

Dihubungi secara terpisah, Manajer Riset dan Data Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Badiul Hadi memprediksi harga BBM nonsubsidi pada November 2026 bakal naik, sebab nilai tukar rupiah di atas Rp18.000/US$ dan harga minyak mentah diatas US$100/barel.

Dengan dinamika tersebut, dalam skenario moderat maka Hadi juga memprediksi harga Pertamax berpotensi naik ke Rp16.750—Rp17.250/liter dan Pertamax Turbo mencapai Rp20.600—Rp21.200/liter.

Kendati begitu, Badiul menyatakan dalam skenario terburuk maka Pertamax bisa menembus Rp17.700—Rp18.350/liter dan Pertamax Turbo Rp21.750—Rp22.550/liter.

“Catatan saya, harga minyak Brent US$100—US$115/barel memberikan tekanan terhadap biaya pengadaan BBM. Namun, kenaikan harga minyak mentah tidak otomatis menentukan harga jual karena dipengaruhi harga produk olahan, kurs rupiah, distribusi, pajak, dan margin,” kata Badiul kepada Bloomberg Technoz.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengaku sedang mengkaji dampak kenaikan rata-rata Indonesia Crude Price (ICP) yang telah menembus US$92/barel pada Januari—Oktober 2026 terhadap subsidi energi.

Bahlil menyatakan asumsi ICP dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 dipatok senilai US$70/barel, sehingga realisasi ICP tersebut sudah US$22 di atas asumsi APBN.

Bahlil memproyeksi rerata realisasi ICP sepanjang tahun ini bakal tetap di bawah US$100/barel, jika kondisi pasar migas tetap stagnan atau tak terdapat perkembangan yang signifikan.

“Sekarang rata-rata ICP di angka US92/barel, padahal di dalam APBN itu sekitar US$70/barel. Ya kita targetkan kalau begini terus mungkin di bawah US$100/barel, jadi relatif oke,” kata Bahlil kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (21/10/2026), malam.

Minyak Brent untuk penyelesaian Desember naik 1% menjadi US$116,06/barel pada pukul 13.08 waktu Singapura.
Kontrak untuk Januari naik 1,1% menjadi US$111,97/barel. Minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember naik 1% menjadi $103,01/barel.

Sebelumnya, Pertamina melalui PPN mengumumkan bahwa harga BBM per 1 Oktober 2026 tidak mengalami perubahan. Walhasil, seluruh harga BBM Pertamina masih mengacu pada ketetapan yang berlaku sejak awal September 2026.

Jenis BBM bersubsidi tetap dijual dengan harga yang sama, yaitu Pertalite seharga Rp10.000/liter dan Biosolar Rp6.800/liter.

Sementara itu, untuk varian BBM nonsubsidi, yaitu Pertamax masih dibanderol Rp15.950/liter, Pertamax Turbo Rp19.600/liter, Pertamax Green 95 Rp19.150/liter, Dexlite Rp23.700/liter, dan Pertamina Dex Rp25.200/liter.

Perlu dicatat, harga tersebut berlaku untuk wilayah dengan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sebesar 5%, seperti DKI Jakarta.

Adapun, penyesuaian harga BBM nonsubsidi dilakukan secara berkala setiap tanggal 1, mengacu pada Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No.245.K/MG.01/MEM.M/2022 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis BBM Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum.

(azr/wdh)

No more pages