Logo Bloomberg Technoz

Proyeksi Rupiah Hari Ini, Bisakah ke Bawah Rp18.100/US$?

Tim Riset Bloomberg Technoz
30 October 2026 08:08

Nasabah menukarkan uang rupiah ke dolar AS di tempat penukaran uang asing di Jakarta, Selasa (29/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Nasabah menukarkan uang rupiah ke dolar AS di tempat penukaran uang asing di Jakarta, Selasa (29/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah hari inim Jumat (30/10/2026), diperkirakan mengalami konsolidasi dengan bias melemah di kisaran Rp18.135-18.200/US$ setelah berhasil menguat pada perdagangan spot kemarin. 

Pemberat rupiah tak cuma datang dari rencana klasifikasi MSCI atas pasar Indonesia menjadi Standalone Market, yang masih memicu aksi jual di pasar saham dan obligasi, tetapi juga defisit fiskal yang diperkirakan melebar. 

Defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 berpotensi menembus batas 3%. Sebab, target penerimaan negara di kuartal IV-2026 sulit tercapai, di saat pemerintah tetap berencana menggenjot belanja negara untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. 


Untuk diketahui, hingga September 2026, defisit sudah mencapai Rp319 triliun atau setara dengan 1,24% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Sedangkan, target penerimaan negara sebesar Rp813 triliun untuk kuartal IV-2026 masih jauh panggang dari api. 

Di sisi lain, perlambatan ekonomi jelang tutup tahun juga mengintai. Berdasarkan survei Bloomberg terbaru, ekonomi Indonesia pada kuartal IV-2026 diproyeksi tumbuh sebesar 4,85%.