Logo Bloomberg Technoz

IHSG Ditutup Turun 3,49%, Terlemah di Bursa Asia

Muhammad Julian Fadli
29 October 2026 16:55

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (19/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (19/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan di zona merah hingga penutupan perdagangan Kamis (29/10/2026). Pelemahan IHSG bahkan menjadi yang paling dalam dibanding Bursa Saham Asia lainnya.

Pada penutupan perdagangan, IHSG berada di level 5.098, turun 3,49% point-to-point dari penutupan perdagangan hari sebelumnya.

IHSG Penutupan Sesi II pada Kamis 29 Oktober 2026 (Bloomberg)

Posisi penutupan IHSG hari ini tepat di level terendah sepanjang hari 5.098 sedang tertinggi terjadi sesaat 5.320. Volume perdagangan tercatat melibatkan 23,27 miliar saham yang amat didominasi tekanan jual, dengan nilai Rp11,29 triliun, dan frekuensi 1,32 juta kali jual–beli.


Saham–saham perindustrian, saham barang baku, dan saham infrastruktur menjadi yang terlemah sepanjang hari ini jatuh sedalam 4,64%, 4,52%, dan 4,24%. Disusul oleh saham energi  yang terpangkas 3,28% dan saham konsumen non primer melemah 2,54%.

Sejumlah saham melemah dan menjadi top losers di antaranya saham PT Solusi Environment Asia Tbk (SOFA) yang amblas 10%, PT Idea Indonesia Akademi Tbk (IDEA) jatuh 10%, dan saham PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) ambrol 9,91%.