Logo Bloomberg Technoz

Hashim Wanti-wanti Rupiah Bisa Ambrol Hingga Rp22.000/US$

Redaksi
29 October 2026 20:30

Karyawan merapihkan uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran uang asing di Jakarta, Selasa (29/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan merapihkan uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran uang asing di Jakarta, Selasa (29/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo memperkirakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bisa berpotensi melemah hingga level Rp22.000/US$.

Adik kandung Presiden Prabowo Subianto itu mengungkapkan hal itu bisa terjadi terutama jika aliran modal asing keluar dari pasar keuangan Indonesia, terutama bursa saham nasional. Menurut dia, salah satu penyebab rupiah melemah ialah situasi pasar modal yang sedang mendapat banyak sorotan, pasca-pengumuman MSCI yang menyebut peringkat bursa Indonesia berpotensi merosot ke kelompok stand alone market. 

"Ini masalah sangat serius, karena kalau investasi luar negeri keluar dari bursa saham, rupiah bisa semakin melemah. Saya sudah hitung bisa jadi Rp20.000-Rp21.000, ada yang bilang Rp22.000/US$," kata Hashim saat berpidato di acara Rapat Pimpinan Nasional Kamar Dagang dan Industri (Rapimnas Kadin), Kamis (29/10/2026).


Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Penasihat Kadin Periode 2024-2029 itu menambahkan, jika rupiah melemah ke level Rp22.000/US$, maka baik pemerintah maupun swasta harus membayar biaya mahal ketika memperoleh pinjaman luar negeri berbentuk valuta asing (valas)  

"Kalau itu terjadi, rupiah bisa Rp21.000-Rp22.000/US$, pinjaman luar negeri kita harus bayar lebih mahal. Ini bisa jadi bencana dan malapetaka bagi ekonomi Indonesia," kata Hashim.