Logo Bloomberg Technoz

Penyebab IHSG Ditutup Melemah Saat Bursa Asia Hijau

Muhammad Julian Fadli
27 October 2026 18:15

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah hingga mencetak pelemahan yang amat dalam. Padahal sejumlah Bursa Saham Asia lainnya justru menghijau. 

Pada Selasa (27/10/2026), IHSG ambles dan tertekan di posisi 5.266, jatuh 1,99% dibanding hari sebelumnya. Sedang indeks LQ45 juga melemah mencapai 1,69% ke level 533,02.

IHSG Penutupan Sesi II pada Selasa 27 Oktober 2026 (Bloomberg)

Adapun rentang perdagangan tertingginya terjadi pada area level 5.418 dengan kejatuhan IHSG menyentuh 5.182. Dengan demikian, IHSG mulai kembali dekati level 5.000.


Saham–saham energi, saham barang baku, dan saham teknologi jadi yang terlemah hari ini jatuh sedalam 3,32%, 3,32%, dan 3,16%. Disusul oleh saham infrastruktur yang terjun bebas 2,95% dan saham transportasi drop mencapai 2,83%.

Di samping itu, saham–saham yang melemah dalam dan menjadi top losers di antaranya saham PT Acset Indonusa Tbk (ACST) yang tertekan 10%, saham PT Wira Global Solusi Tbk (WGSH) yang jatuh 9,88%, dan saham PT Sumber Mas Konstruksi Tbk (SMKM) yang ambles 9,88%.