Ekonom Ungkap Penambahan Kuota BBM Bebani APBN
Pramesti Regita Cindy
27 October 2026 18:20

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ekonom menilai penambahan kuota bahan bakar minyak (BBM) subsidi, Pertalite, berpotensi semakin menekan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) melalui kebutuhan kompensasi energi.
Ekonom Universitas Andalas Syafruddin Karimi mengungkapkan keadaan harga minyak mentah Indonesia pada September 2026 telah mencapai US$112,81 per barel, jauh melampaui asumsi APBN sebesar US$70.
Ditambah hingga September, realisasi subsidi dan kompensasi mencapai Rp376,8 triliun, meningkat 54,1% secara tahunan.
"Kondisi ini memperlihatkan bahwa mempertahankan harga BBM domestik membutuhkan ruang fiskal semakin besar," kata Syafruddin kepada Bloomberg Technoz, Selasa (27/10/2026).
Di sisi lain, ia menilai kenaikan harga minyak memang berpotensi meningkatkan penerimaan negara dari sektor migas. Namun, tambahan penerimaan tersebut tidak serta-merta mampu menutup kenaikan biaya impor, subsidi, dan kompensasi energi.



























