
Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) amblas di zona merah, tertekan amat dalam. Indeks Komposit jatuh 2,7% menyentuh posisi 5.228 pada pukul 14:42 WIB, pada Selasa (27/10/2026).
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan nilai perdagangan mencapai Rp9,92 triliun. Sepanjang pagi ini terdapat 25,25 miliar saham yang ditransaksikan yang didominasi aksi jual. Tercatat hanya ada penguatan di 90 saham dan 626 saham terjadi pelemahan. Sisanya, 75 saham stagnan.
Saham–saham infrastruktur, saham energi, dan saham barang baku menjadi pendorong pelemahan IHSG dengan drop mencapai 3,48%, 3,38%, dan 3,35%. Disusul oleh saham teknologi yang terdepresiasi 2,78%.
Sejumlah saham menjadi pemberat laju IHSG pada perdagangan Sesi II siang hari ini, termasuk saham big caps, berikut daftar sejumlah saham yang menjadi top laggards:
- PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) membebani 11,11 poin
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) membebani 10,42 poin
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) membebani 10,37 poin
- PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) membebani 6,25 poin
- PT Bayan Resources Tbk (BYAN) membebani 5,76 poin
- PT Barito Pacific Tbk (BRPT) membebani 5,57 poin
- PT DCI Indonesia Tbk (DCII) membebani 5,1 poin
- PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) membebani 4,79 poin
- PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) membebani 4,69 poin
- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) membebani 4,59 poin
BRI Danareksa Sekuritas menyebut, investor asing yang masih mencatatkan net sell Rp578,30 miliar pada Sesi I Selasa (27/10/2026) siang hari ini, menjadi salah satu sebab tren pelemahan IHSG berlanjut.





























