Logo Bloomberg Technoz

IHSG Turun 1,99%, Saham BREN, BRPT dan TPIA Jadi Laggard Terberat

Muhammad Julian Fadli
27 October 2026 18:50

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (14/8/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (14/8/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,99% di posisi 5.266 pada penutupan perdagangan Selasa (27/10/2026). Indeks Komposit ditekan performa negatif saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) hingga saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menjadi pemberat (laggard).

Sepanjang perdagangan IHSG terus–menerus terpeleset di zona merah. Adapun rentang perdagangan terjadi pada 5.418 hingga terdalam menyentuh 5.182.

IHSG Penutupan Sesi II pada Selasa 27 Oktober 2026 (Bloomberg)

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan nilai perdagangan mencapai Rp17,94 triliun dari 36,43 miliar saham ditransaksikan, dengan frekuensi terjadi 1,91 juta kali diperjualbelikan. Tercatat masih ada penguatan 100 saham, dan 611 saham melemah. Sisanya 82 saham stagnan.


Saham–saham energi, saham barang baku, dan saham teknologi menjadi pemberat IHSG dengan tertekan mencapai 3,32%, 3,32%, dan 3,16% begitu juga saham infrastruktur drop 2,95%, disusul oleh pelemahan pada saham transportasi dengan melemah 2,83%.

Terungkap, berdasarkan data Bloomberg, melemahnya IHSG merupakan efek langsung dari tertekannya sejumlah saham big caps yang memiliki bobot besar terhadap Indeks terutama saham BREN hingga saham TPIA.