Logo Bloomberg Technoz

Bursa Saham Asia lainnya justru menguat. KOSPI (Korea Selatan), KOSDAQ (Korea Selatan), PSEi (Filipina), NIKKEI 225 (Jepang), TOPIX (Jepang), KLCI (Malaysia), dan Weighted Index (Taiwan), yang berhasil ditutup menguat.

Sedang Shanghai Composite (China), CSI300 (China), Hang Seng (Hong Kong), Straits Time (Singapura), SETI (Thailand), Ho Chi Minh Stock (Vietnam), dan SENSEX (India), yang ditutup melemah bersama IHSG pada penutupan perdagangan hari ini.

Sentimen yang mengobarkan IHSG siang hari ini datang dari isu MSCI.

Ketidakpastian MSCI amat membayangi IHSG. Isu evaluasi metodologi dan investabilitas saham Indonesia oleh MSCI meningkatkan volatilitas IHSG serta memicu risiko arus keluar dana asing, terutama apabila tidak ada kejelasan terkait transparansi dan kualitas data pasar.

Phintraco Sekuritas menyebut, pasar saham diprediksi masih bergerak volatil dengan kecenderungan sideways seiring penantian keputusan The Fed, ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah, harga minyak yang masih tinggi, serta isu MSCI. Risiko inflasi global berpotensi menahan pelonggaran kebijakan moneter, sementara bagi Indonesia, tekanan terhadap nilai tukar rupiah dan potensi pelebaran defisit fiskal dapat meningkatkan risiko kenaikan BI Rate.

“Di tengah berbagai ketidakpastian tersebut, investor disarankan tetap selektif dan mencermati perkembangan global maupun domestik,” saran Phintraco Sekuritas.

Secara teknikal, indikator MACD berbalik mengalami pelebaran histogram negatif dan Stochastic RSI berpotensi death cross di area pivot. Diprediksi IHSG akan uji level support 5.180, jika ditutup di bawah level ini berpeluang uji level 5.100–5.000.

(fad)

No more pages