Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Tutup Perdagangan di Rp18.153/US$

Tim Riset Bloomberg Technoz
27 October 2026 15:48

Sejumlah uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran uang asing di Jakarta, Selasa (29/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Sejumlah uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran uang asing di Jakarta, Selasa (29/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah menutup perdagangan Selasa (27/10/2026) dengan depresiasi 0,16% ke Rp18.153/US$, seiring menguatnya aksi jual di pasar saham dan obligasi. 

Data Bloomberg per 15:15 WIB menunjukkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) amblas 3,36% ke posisi 5.192,42. Sejalan dengan itu, di pasar obligasi aksi jual meluas kompak di semua tenor. 

Yield tenor acuan 10 tahun naik 4,1 basis poin (bps) ke 7,52% dan mengalami inversi yield dengan tenor yang lebih panjang. Di tenor 15 tahun tercatat naik 7,1 bps ke 7,49%, dan tenor 12 tahun naik 4,4 bps ke 7,48%.


Sedangkan tenor 20 tahun naik hanya 1 bps ke 7,47%, lebih rendah ketimbang tenor 10 tahun. 

Aksi jual di pasar obligasi meluas ke semua tenor. (Bloomberg)

Pelemahan rupiah menjadi keniscayaan, setelah Bank Indonesia (BI), memilih mempertahankan suku bunga acuan BI Rate di 5,75% saat tekanan eksternal menguat dan sentimen domestik memburuk. Kepala Ekonom PT Bank Permata Tbk (BNLI) Josua Pardede menyebut, tekanan ini merupakan kombinasi penguatan dolar AS, harga minyak yang kembali berada di sekitar US$115 per barel, meningkatnya kebutuhan devisa impor.