Logo Bloomberg Technoz

Sesi I

Penyebab IHSG Fluktuatif dan Jeda Sementara di 5.355

Muhammad Julian Fadli
27 October 2026 13:05

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 17,44 poin (0,32%) di posisi 5.355 pada penutupan perdagangan Sesi I, Selasa (27/10/2026), usai bergerak fluktuatif sejak pembukaan pagi hari tadi dengan saham-saham LQ45 jadi pemberat Indeks Komposit.

Sepanjang perdagangan IHSG melaju dengan volatilitas dan intensitas tinggi dengan sempat ada di zona hijau dan merah dengan cepat. Rentang pergerakan terjadi di 5.418 sampai dengan terendahnya 5.338.

IHSG Penutupan Sesi I pada Selasa 27 Oktober 2026 (Bloomberg)

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan nilai perdagangan mencapai Rp5,68 triliun dari 15,92 miliar saham yang ditransaksikan dengan frekuensi 947 ribu kali jual–beli. Tercatat masih ada penguatan di 259 saham, dan 366 saham melemah. Sisanya 163 saham stagnan.


Saham–saham infrastruktur, saham teknologi, dan saham transportasi menjadi sebab pembalikan arah IHSG dengan melemah 1,23%, 1,19%, dan 0,57%.

Indeks LQ45 yang berisikan saham–saham unggulan amat tertekan hingga menjadi pemberat utama IHSG. Paling dalam ialah saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) yang ambles 5,77% dan saham PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) jatuh 3,87%.