Israel Gelar Pemilu, Nasib Rezim Netanyahu Ditentukan
News
27 October 2026 15:10

Ethan Bronner - Bloomberg News
Bloomberg, Israel menggelar pemilu pertamanya sejak serangan Hamas pada 2023 yang memicu perang di Gaza, Lebanon, serta Iran. Pemilu ini dinilai banyak pihak sebagai salah satu pemilu paling menentukan bagi Israel dalam beberapa dekade terakhir.
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, 77 tahun, berupaya terpilih kembali dalam pemilu pada Selasa (27/10). Ia menyatakan, operasi militer yang dipimpinnya selama tiga tahun terakhir telah meningkatkan keamanan Israel. Namun, para pesaingnya yang dipimpin mantan Kepala Angkatan Bersenjata Gadi Eisenkot menilai Netanyahu, pemimpin yang paling lama menjabat dalam sejarah Israel, justru merupakan ancaman terbesar bagi negara itu. Netanyahu telah didakwa atas kasus suap dan bersekutu dengan kelompok ekstremis nasionalis yang retorika serta kebijakan anti-Arabnya dinilai membuat Israel semakin dikucilkan dunia.
Berbagai jajak pendapat secara konsisten memprediksi persaingan yang sangat ketat. Tidak ada blok politik yang diperkirakan mampu meraih cukup suara untuk mengamankan mayoritas 61 kursi parlemen yang dibutuhkan guna membentuk pemerintahan. Negosiasi yang rumit dan dapat berlangsung selama berminggu-minggu, bahkan kemungkinan pemilu ulang, bisa terjadi setelahnya.
Selama proses tersebut, Netanyahu dapat tetap menjabat sebagai perdana menteri sementara dalam pemerintahan transisi. Hal ini memberinya peluang untuk kembali menyerang Iran, sebagaimana telah diancamkannya bersama Presiden AS Donald Trump, sehingga berpotensi memicu kembali perang yang telah mereda selama beberapa bulan.






























