Logo Bloomberg Technoz

PBB: Israel Lanjutkan Genosida di Gaza Usai Gencatan Senjata

Redaksi
27 October 2026 12:20

Warga Palestina berjalan ke utara di sepanjang Jalan al-Rashid menuju Kota Gaza, Gaza, Minggu (12/10/2025). (Ahmad Salem/Bloomberg)
Warga Palestina berjalan ke utara di sepanjang Jalan al-Rashid menuju Kota Gaza, Gaza, Minggu (12/10/2025). (Ahmad Salem/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Komisi Penyelidikan PBB pada Senin (26/10) menyatakan bahwa Israel telah melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan, berupa pemusnahan, persekusi, penyiksaan, dan pemerkosaan di Tepi Barat yang diduduki, serta masih terus melancarkan genosida di Gaza terlepas dari kesepakatan gencatan senjata pada tahun lalu.

Laporan dari Komisi Penyelidikan Internasional Independen untuk Wilayah Pendudukan Palestina, termasuk Yerusalem Timur, dan Israel menyebutkan bahwa pasukan Israel secara sengaja menargetkan warga sipil Palestina. Warga Palestina di Tepi Barat juga secara khusus diincar berdasarkan kewarganegaraan, etnis, gender, dan usia mereka.

Ketua Komisi tersebut, Srinivasan Muralidhar, dijadwalkan akan mempresentasikan laporan ini di hadapan Komite Ketiga Majelis Umum PBB pada pekan ini.


"Pembunuhan dan pelukaan secara sengaja terhadap warga sipil Palestina serta penghancuran rumah-rumah di Tepi Barat, yang dibarengi dengan penyangkalan tanggung jawab terus-menerus oleh Israel, merupakan bagian dari strategi yang lebih luas untuk memusnahkan dan mengusir warga Palestina, serta memaksakan kondisi kehidupan yang tidak layak huni," tegas Muralidhar, dalam pernyataan yang dirilis di situs resmi Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (Office of the United Nations High Commissioner for Human Rights/OHCHR).

Laporan tersebut mendokumentasikan eskalasi tajam dalam penggunaan kekuatan mematikan di Tepi Barat sejak perang di Gaza meletus usai seerangan yang dipimpin Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023. Sebanyak enam warga Palestina tewas akibat serangan udara di Tepi Barat antara tahun 2008 hingga 6 Oktober 2023, berbanding drastis dengan 254 korban jiwa yang tercatat antara 7 Oktober 2023 hingga 30 September tahun ini.