Logo Bloomberg Technoz

Selain itu, adanya arus modal keluar yang meluas dari pasar saham ke Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) setelah pengumuman konsultasi MSCI. Ia memperkirakan rupiah dapat bergerak di rentang Rp18.000-18.500/US$ sepanjang sisa kuartal IV-2026. 

Untuk diketahui, data yang dihimpun Bloomberg mencatat adanya aksi jual di pasar saham kemarin senilai US$106,2 juta. Disusul dengan pelepasan obligasi pemerintah RI oleh investor global secara mingguan per 23 Oktober senilai US$300,2 juta. 

Jika menggunakan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) di Rp18.139/US$, maka nilai yang keluar sebesar Rp1,92 triliun di pasar saham dan Rp5,44 triliun di pasar obligasi. 

Pasar Mata Uang Asia

Di sisi lain, pergerakan mata uang Asia relatif beragam. Dolar Taiwan melesat kuat 0,23% disusul baht Thailand 0,15%. Sementara yuan China, rupee India, dolar Hong Kong dan ringgit Malaysia menguat lebih terbatas.

Sebaliknya, peso Filipina, melemah paling tajam 0,37%, diikuti rupiah 0,16%, dan yen Jepang 0,15%.

Rupiah dan mata uang Asia, Selasa (27/10/2026). (Bloomberg)

Sebagian mata uang yang menguat ditopang oleh posisi fundamental domestiknya. Mengingat, indeks dolar Amerika Serikat (AS) kembali menguat 0,21% ke 102,18 dan harga minyak masih bertahan tinggi. 

Seperti dolar Taiwan menguat usai Goldman Sach merevisi naik proyeksi pertumbuhan ekonomi Taiwan menjadi 11,7% pada 2026, dari proyeksi sebelumnya 11,4%. Selain itu, Goldman juga optimis terhadap mata uang Taiwan dalam jangka waktu yang lebih panjang.

Optimisme itu didukung oleh revisi naik proyeksi pertumbuhan ekonomi, surplus transaksi berjalan yang masih besar, serta kuatnya ledakan pertumbuhan industri kecerdasan buatan (AI). 

Sementara baht yang menyabet posisi runner up sore ini tertopang oleh aksi pembelian obligasi pemerintah Thailand. Data yang dihimpun Bloomberg menunjukkan investor asing membeli obligasi senilai US$79,2 juta, dan membukukan pembelian bersih saham senilai US$104,6 juta pada perdagangan kemarin. 

(dsp/aji)

No more pages