Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Tertahan di Rp18.137/US$ Saat Mata Uang Asia Menguat

Tim Riset Bloomberg Technoz
27 October 2026 12:03

Karyawan merapihkan mata uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran mata uang di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan merapihkan mata uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran mata uang di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Tekanan terhadap rupiah siang ini, Selasa (27/10/2026), relatif terbatas. Rupiah diperdagangkan Rp18.137/US$ di pasar spot, di tengah berlanjutnya aksi jual surat utang. Di pasar Non-Deliverable Forwards (NDF), rupiah berhasil defensif dan bergerak di Rp18.172/US$, setelah sempat bertengger di Rp18.209/US$ pada perdagangan awal hari ini. 

Tertahannya pelemahan rupiah juga turut ditopang oleh sentimen eksternal yang relatif kondusif. Meski indeks dolar Amerika Serikat (AS) menguat ke 102,03, tetapi ekspektasi hawkish hold yang akan ditempuh bank sentral AS Federal Reserve (The Fed) memberi angin segar bagi mata uang kawasan. 

Siang ini, sebagian besar mata uang Asia menguat. Baht Thailand terangkat paling tinggi 0,29%, disusul won Korea Selatan 0,15%. Sementara, ringgit Malaysia, yuan China, dolar Taiwan dan dolar Singapura menguat lebih terbatas.


Sebaliknya, rupiah melemah bersama yen Jepang dan peso Filipina siang ini. 

Rupiah dan mata uang Asia, Selasa (27/10/2026). (Bloomberg)

Proyeksi Rupiah