Logo Bloomberg Technoz

ENERGI NUKLIR

Kebutuhan Listrik Naik, RI Kaji Bangun PLTN di Kepri hingga Malut

Sabrina Mulia Rhamadanty
26 October 2026 16:50

Uap mengepul dari menara pendingin di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Golfech, Prancis./Bloomberg-Matthieu Rondel
Uap mengepul dari menara pendingin di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Golfech, Prancis./Bloomberg-Matthieu Rondel

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan Indonesia terus memperkuat strategi ketahanan energi nasional untuk memenuhi kebutuhan listrik dalam negeri yang kian meningkat. 

Salah satu langkah strategis yang kini tengah dikaji secara intensif adalah rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di sejumlah wilayah strategis, mulai dari Kepulauan Riau hingga Halmahera, Maluku Utara. 

"Bapak-Ibu semua, apa strategi ke depan? Pemerintah Indonesia juga sudah melakukan kerja sama dengan beberapa negara untuk membangun PLTN," ujar Bahlil dalam konferensi pers di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (26/10/2026).


Bahlil menjelaskan bahwa Kepulauan Riau, khususnya kawasan Batam, menjadi salah satu lokasi utama yang masuk dalam radar penjelajahan studi kelayakan. Wilayah ini dinilai berpotensi besar untuk menopang keandalan pasokan energi nasional.

"Salah satu studi lokasi yang kita tempatkan, kita akan taruh di Kepri yaitu di Batam untuk bagaimana menopang energi kita. Ini masih dalam kajian dan pemeriksaan," kata Bahlil.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat Konpers Ketahanan Energi Nasional (Tangkapan layar YouTube KementerianESDM)