Yield Menanjak, Tekanan di Pasar Surat Utang Kian Terasa
Tim Riset Bloomberg Technoz
25 September 2026 11:47

Bloomberg Technoz, Jakarta - Tekanan di pasar keuangan global mulai merembet ke pasar surat utang domestik. Pada perdagangan Jumat (25/9/2026) sebagian besar yield meninggi, menandakan adanya aksi jual.
Melansir data Bloomberg, yield surat utang tenor 5 tahun naik paling tajam sebesar 5 basis poin (bps) ke 7,01%. Kenaikan yield juga terjadi pada tenor 6 tahun 1,9 bps ke 7,03%.
Tenor menengah kini bergerak di kisaran 7%, setelah kemarin berhasil bertahan di sekitar 6%. Meski begitu, yield tenor acuan 10 tahun masih solid dan turun 1,6 bps ke 7,09%, setelah kemarin sempat naik 11,19 bps ke 7,1%.
Pergerakan yield di pasar surat utang itu mendorong pelemahan rupiah lebih tajam ke Rp17.928/US$ pada 10.55 WIB.
Lionel Priyadi, Fixed Income & Macro Strategist Mega Capital Sekuritas menilai tekanan terhadap pasar obligasi masih berpotensi berlanjut pada perdagangan hari ini. Ia menyebut selisih yield 10 tahun surat utang berdenominasi dolar (INDON) terhadap US Treasury berada di 97,9 bps.

























