Logo Bloomberg Technoz

Pasar Obligasi Berhati-hati Menanti Arah Suku Bunga The Fed

Tim Riset Bloomberg Technoz
16 September 2026 15:15

Ilustrasi Surat Utang (Diolah)
Ilustrasi Surat Utang (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pasar obligasi Indonesia mengalami aksi beli di sebagian tenor pendek dan menengah, pada Rabu (16/9/2026), kala pasar keuangan global berekspektasi adanya kenaikan suku bunga acuan di Amerika Serikat (AS).

Melansir data Bloomberg, yield tenor 1 tahun bergerak di 6,7%, setelah terpangkas tipis 0,2 basis poin (bps). Sementara tenor 5 tahun terpangkas paling dalam 5,8 bps ke 7%, disusul tenor 4 tahun turun 3 bps jadi 6,99%, dan tenor 3 tahun turun 2,1 bps ke 6,9%. 

Di tenor yag lebih panjang seperti 8-10 tahun, yield tercatat di rentang 7,12-7,13%. Sedangkan pendek tenor 2 tahun, yield justru naik 4,7 bps ke 6,85%. Hal ini mengindikasikan adanya ekspektasi kenaikan suku bunga acuan. 

Pergerakan yield di pasar obligasi Indonesia pada Rabu (16/9/2026). (Bloomberg)

Pelaku pasar mencermati pertemuan bank sentral AS Federal Reserve yang hasilnya akan diumumkan Kamis (17/8/2026) dini hari waktu Indonesia. Pasar memperkirakan probabilitas kenaikan suku bunga sebesar 25 bps mencapai 92,4%. 

Tekanan ini sempat mendorong kenaikan yield US Treasury tenor 10 tahun ke level 5,04%, tertinggi sejak September 2007. Namun, berdasarkan pemantauan siang ini, yield itu sudah sedikit terpangkas 1,4 bps menjadi 4,98%.