Logo Bloomberg Technoz

BI Ungkap Biang Kerok Kredit Nganggur di Bank Tembus Rp2.548 T

Pramesti Regita Cindy
25 September 2026 11:00

Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti saat konferensi pers RDG di Gedung Bank Indonesia, Rabu (23/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti saat konferensi pers RDG di Gedung Bank Indonesia, Rabu (23/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti mengungkapkan alasan plafon kredit perbankan yang belum dicairkan nasabah atau undisbursed loan masih berada di kisaran Rp2.548 triliun per Juli 2026. 

Menurut Destry, kondisi ini dipengaruhi dua sisi yakni permintaan dan penawaran kredit.

Dari sisi permintaan, ia berpandang bahwa pertumbuhan kredit ini hingga di kuartal II-2026 masih lebih banyak didorong oleh aktivitas yang berkaitan dengan kegiatan pemerintah. Sementara permintaan kredit sektor swasta justru tidak sekuat itu. 


"Tapi data terakhir, kita melihat sektor swasta itu sudah mulai bergerak. Sudah mulai bergerak naik. Jadi artinya dari sisi demandnya, itu sudah mulai ada pilihan untuk melakukan kredit," kata Destry dikutip Jumat (25/9/2026).

Sedangkan dari sisi penawaran, Destry bilang sebagian perbankan sebelumnya justru lebih memilih menempatkan likuiditas pada surat berharga seperti Surat Berharga Negara (SBN) maupun Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dibandingkan menyalurkannya menjadi kredit.