“Gangguan pasokan jadi makin sering, berdampak lebih signifikan, dan bertahan lebih lama. Begitu gangguan pasokan menyebabkan inflasi lebih persisten, maka logika melihat ke depan menjadi tidak masuk akal,” tegasnya dalam sebuah acara di London (Inggris), seperti diberitakan Bloomberg News.
Pernyataan Goolsbee bisa diartikan bahwa The Fed mungkin akan memberikan ‘jamu pahit’ bagi perekonomian Negeri Paman Sam dengan menaikkan suku bunga acuan. Langkah itu sudah ditempuh pekan lalu, dan bisa saja bukan yang terakhir.
Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi kurang menguntungkan saat suku bunga tinggi.
Analisis Teknikal
Lantas bagaimana perkiraan harga emas untuk hari ini, Selasa (22/9/2026)? Apakah bisa bangkit atau justru makin terhimpit?
Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas masih bertahan di zona bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 50. Namun RSI emas masih berada di ambang batas, sehingga bisa dikatakan cenderung netral.
Sedangkan indikator Stochastic RSI 14 hari ada di 61, Menghuni area beli (long) yang cukup kuat.
Untuk perdagangan hari ini, harga emas masih berisiko turun. Target support terdekat ada di US$ 4.345/troy ons yang merupakan Moving Average (MA) 5. Jika tertembus, maka MA-10 di US$ 4.338/troy ons bisa menjadi target selanjutnya.
Sementara itu, cermati pivot point di US$ 4.375/troy ons. Dari situ, harga emas berpotensi menguji resisten US$ 4.380-4.395/troy ons.
(aji)



























