Etomidate juga dapat memengaruhi sistem hormon tubuh. Pemberian dosis induksi dilaporkan dapat menurunkan kadar hormon kortisol dan aldosteron. Penurunan kadar kortisol tersebut dapat berlangsung sekitar enam hingga delapan jam.
Selain itu, penggunaan etomidate dapat menimbulkan gerakan otot yang tidak terkendali atau myoclonus. Perubahan tekanan darah, denyut jantung, serta gangguan irama jantung juga tercatat sebagai efek yang dapat terjadi pada penggunaan obat tersebut.
Risiko menjadi semakin sulit diprediksi ketika etomidate digunakan di luar penggunaan medis, termasuk melalui vape. Sebab, etomidate secara resmi digunakan melalui pemberian intravena dengan dosis yang disesuaikan dan pemantauan oleh tenaga medis, bukan melalui inhalasi menggunakan rokok elektronik.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebelumnya telah memperingatkan mengenai perkembangan modus penyalahgunaan zat berbahaya melalui cairan vape. Dalam siaran pers pada Juni 2026, BPOM menyebut cairan rokok elektronik dapat disalahgunakan sebagai media penyamaran narkotika cair maupun zat berbahaya lainnya.
BPOM juga menyatakan penyalahgunaan obat-obatan tertentu di luar indikasi medis dapat menyebabkan gangguan fungsi tubuh hingga overdosis yang berujung pada kematian. BPOM menegaskan pengawasan terhadap produk vape perlu diperkuat untuk mencegah penggunaannya sebagai media penyalahgunaan narkotika, psikotropika, maupun bahan adiktif lainnya.
Sementara itu, BNN menyebut penyalahgunaan zat melalui vape telah ditemukan dalam sejumlah kasus. Dalam pengujian terhadap 341 sampel cairan vape, BNN menemukan sejumlah sampel yang mengandung zat berbahaya, termasuk synthetic cannabinoid, metamfetamin, dan etomidate.
BNN juga menyoroti bahwa perkembangan modus tersebut membuat vape tidak hanya menjadi persoalan penggunaan nikotin, tetapi juga dapat menjadi media untuk memasukkan zat psikoaktif lainnya. Dalam forum yang digelar BNN pada Februari 2026, lembaga tersebut bersama sejumlah pemangku kepentingan membahas perlunya penguatan pengaturan rokok elektronik untuk melindungi masyarakat dari penyalahgunaan zat adiktif.
Dengan demikian, etomidate bukan zat yang aman untuk dicampurkan ke dalam liquid vape. Obat tersebut memiliki fungsi medis yang spesifik dan cara pemberian yang juga spesifik. Ketika digunakan di luar konteks medis, terutama dengan metode dan dosis yang tidak terkontrol, risiko terhadap pernapasan, kesadaran, sistem hormon, dan kardiovaskular perlu menjadi perhatian.
(dec/spt)






























