Perubahan Iklim Diduga Perparah Runtuhnya Gunung di Nepal
Merinda Faradianti
16 September 2026 19:20

Bloomberg Technoz, Jakarta - Perubahan iklim diduga memperburuk kondisi yang memicu runtuhnya sebagian gunung dan gletser di Nepal pada akhir Agustus 2026. Pemanasan suhu disebut menjadi penyebab penyusutan gletser dan pencairan tanah beku di kawasan Himalaya yang mengakibatkan ketidakstabilan lereng gunung.
Analisis ilmiah yang melibatkan tim internasional ahli glasiologi dan iklim menunjukkan, perubahan iklim kemungkinan berperan dalam bencana yang terjadi di kawasan Langtang, Nepal, pada 26 Agustus 2026 lalu.
Sebagian batuan dan gletser dari Gunung Langtang Lirung runtuh dan memicu aliran besar air, es, serta material longsoran ke wilayah di bawahnya. Lebih dari 1.300 orang dilaporkan tewas dan lebih dari 5.000 lainnya masih hilang.
Dalam laporan The Climate Watch, para ilmuwan menilai bencana tersebut tidak disebabkan oleh satu peristiwa cuaca ekstrem. Sejumlah faktor geologi dan perubahan iklim disebut berinteraksi hingga meningkatkan risiko runtuhnya lereng gunung.
Profesor Glasiologi Newcastle University Bethan Davies mengatakan, pemanasan iklim akibat aktivitas manusia telah mencairkan es dan salju di Himalaya, mengurangi tutupan gletser, serta mencairkan permafrost atau tanah yang sebelumnya membeku.






























