Logo Bloomberg Technoz

MBMA Rancang Buyback Rp1,38 Triliun Saat Saham Tertekan

Muhammad Fikri
17 September 2026 11:00

Nikel matte cair di tungku smelter./Bloomberg-Cole Burston
Nikel matte cair di tungku smelter./Bloomberg-Cole Burston

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) menyiapkan dana maksimal Rp1,38 triliun untuk melakukan pembelian kembali atau buyback saham di tengah tekanan harga saham perseroan sepanjang tahun berjalan dan tantangan yang masih membayangi industri nikel.

Berdasarkan keterbukaan informasi, dikutip Kamis (17/9/2026), MBMA akan membeli kembali sebanyak-banyaknya 1,46 miliar saham. Buyback akan dilakukan secara bertahap melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai 17 September hingga 16 Desember 2026.  

Saham MBMA ditutup di level Rp500 pada perdagangan Rabu (16/9), menguat 0,81% dari posisi sebelumnya. Namun, saham perseroan masih berada sekitar 47% di bawah level tertinggi 52 minggu sebesar Rp945. Dalam enam bulan terakhir, saham MBMA juga tercatat turun sekitar 27%.


Aksi buyback tersebut menjadi yang ketiga dilakukan MBMA dalam periode berdekatan.

Sebelumnya, perseroan juga menjalankan program buyback pada Maret-Juni 2026 dan kembali pada Juni-September 2026. Program sebelumnya masing-masing mengalokasikan dana hingga sekitar Rp1,7 triliun dan Rp1,46 triliun.