Transaksi teranyar NDC tercatat pada 11 September 2026 dengan melepas 38,5 juta saham di harga Rp7.000 per saham. Dalam transaksi teranyar ini, NDC mengantongi keuntungan Rp269,5 miliar.
Sementara itu, posisi kepemilikan NDC di MGLV merosot menjadi 1,2 miliar atau setara 63,07% dari saham beredar.
Setelah diambil alih NDC, arah bisnis MGLV kini berada di tangan Glenn Sugita dan Suriyanto. Glenn Sugita ramai juga dikenal sebagai bos Persib Bandung.
Di tangan bos Persib itu, MGLV kini fokus pada bisnis high-density data center dan infrastruktur layanan cloud computing, AI serta kebutuhan infrastruktur digital lainnya.
Belakangan, afiliasi Boy Thohir masuk sebagai pemegang saham minoritas MGLV setelah diambil alih Glenn Sugita.
Boy Thohir memegang sekitar 7,11% saham MGLV lewat Trinugraha Thohir Harmoni (4,86%) dan Trinugraha Thohir (2,25%).
Investor institusi lain yang ikut menghimpit saham MGLV di antaranya Andromeda Technology Investama sebesar 2,52%, Celera Makmoer Indonesia sebesar 2,2%, Prima Andalan Mandiri 1,87%, FTG Asset Management 1,72%, Mandala Timur Invesrindo sebesar 1,68%, Citibank sebesar 1,23% dan Bank of Singapore sebesar 1,23%.
Rights Issue
Sebelumnya, MGLV telah mengantongi restu pemegang saham untuk menggelar rights issue dengan harga pelaksanaan Rp8.880 per saham. Penerbitan saham baru itu akan diesekusi pada November 2026.
MGLV akan menerbitkan 285,73 juta saham baru dalam hajatan ini, dengan target penambahan modal Rp2,54 triliun.
NDC akan melaksanakan seluruh hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atas 186 juta saham MGLV, dengan nilai Rp1,65 triliun.
MGLV akan menyalurkan Rrp66,61 miliar dana rights issue untuk mengambil alih piutang NDC kepada PT Nextier Askara Center (NAC) dan PT Nextier GenAi Center (NGC).
Sebagian dana lainnya sekitar Rp1,6 triliun akan digunakan untuk setoran modal pada NAC dan NGC, anak usaha yang merupakan calon operator data center Jababeka dan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).
Rekapitulasi penjualan NDC di saham MGLV, seperti yang dilaporkan di Bursa Efek Indonesia (BEI). *
|
Tanggal |
Harga |
Saham Dijual |
Nilai Penjualan |
|
11 September |
Rp7.000 |
38.500.000 |
Rp269,50 miliar |
|
8 September |
Rp7.000 |
35.000.000 |
Rp245,00 miliar |
|
26 Agustus |
Rp7.250 |
8.279.500 |
Rp60,03 miliar |
|
27 Agustus |
Rp7.250 |
2.758.600 |
Rp19,99 miliar |
|
28 Agustus |
Rp7.250 |
2.759.500 |
Rp20,01 miliar |
|
12 Agustus |
Rp7.000 |
10.028.000 |
Rp70,20 miliar |
|
13 Agustus |
Rp7.000 |
30.000.000 |
Rp210,00 miliar |
|
14 Agustus |
Rp7.000 |
12.900.000 |
Rp90,30 miliar |
|
7 Agustus |
Rp7.000 |
32.857.200 |
Rp230,00 miliar |
|
3 Juli |
Rp7.000 |
56.429.600 |
Rp395,01 miliar |
|
TOTAL |
229.512.400 saham |
Rp1.610.036.200.000 |
* Data yang terlapor di BEI lebih rendah dari penjualan yang tercatat di data historis insider Stockbit Sekuritas.
(naw)





























