Logo Bloomberg Technoz

Cara Pemerintah Kurangi Asap Akibat Karhutla yang Makin Berbahaya

Dinda Decembria
14 September 2026 14:05

Polri bersama tim gabungan perkuat menangani karhutla di Kalimantan Selatan (Dok. Humas Polri)
Polri bersama tim gabungan perkuat menangani karhutla di Kalimantan Selatan (Dok. Humas Polri)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan semakin pekat dan berbahaya untuk kesehatan masyarakat. Pemerintah pun melakukan berbagai cara untuk menanggulanginya.

Menurut Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG, Tri Handoko Seto, salah satu upaya yang dilakukan yakni melalui operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk menangkap potensi awan hujan yang terbatas pada puncak musim kemarau. Pesawat yang digunakan dalam misi patroli karhutla di sejumlah provinsi juga memiliki spesifikasi sebagai pesawat penyemai awan. 

Dengan demikian, pesawat tersebut dapat segera digunakan untuk pelaksanaan OMC ketika terdapat potensi awan yang dapat disemai.


"Pesawat-pesawat dalam misi patroli karhutla melalui udara di provinsi lain, juga mempunyai spesifikasi pesawat penyemai awan. Sehingga pelaksanaan OMC pada masa seperti ini (puncak kemarau), telah disiapkan untuk bisa beroperasi secepat dan seresponsif mungkin untuk menangkap potensi awan yang sangat terbatas," kata Tri kepada Bloomberg Technoz, Senin (14/09).

Dia menegaskan penanganan karhutla tidak hanya mengandalkan OMC. Dibutuhkan kolaborasi dari berbagai elemen untuk menangani kebakaran, baik melalui upaya pemadaman maupun pencegahan.