Rupiah Berpotensi Melemah, Dibayangi Fed Rate dan Harga Minyak
Tim Riset Bloomberg Technoz
14 September 2026 08:23

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah spot berpotensi tertekan pada perdagangan Senin (14/9/2026), seiring kenaikan harga minyak yang persisten.
Pagi ini, harga minyak Brent berada di kisaran US$107,7/barel, setelah sempat menyentuh US$109,58/barel pada akhir pekan lalu. Sementara, West Texas Intermediate (WTI) bertengger di US$102,75/barel, setelah naik 2,71%.
Pergerakan rupiah di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) berada di kisaran Rp17.649/US$, pada 07.45 WIB dengan kecenderungan melemah ke Rp17.7670/US$.
Guncangan yang terjadi pada harga minyak, jika berlangsung lama, akan menjadi pukulan ganda dan memperbesar tekanan inflasi, sekaligus membebani pertumbuhan ekonomi, khususnya di negara berkembang Asia.
Di pasar valuta Asia mayoritas mata uang melemah hari ini. Won Korea Selatan melemah bersama baht Thailand, dolar Singapura, yen Jepang, dan yuan offshore.
































