Tata Kelola Proyek Kopdes Disorot, Menanti Audit KPK-BPK
Redaksi
14 September 2026 13:30

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ekonom Universitas Andalas (Unand) Syafruddin Karimi menilai, terdapat persoalan serius dalam tata kelola program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Hal ini tercermin dari lebarnya kesenjangan antara pembangunan fisik dan kesiapan operasional koperasi yang masih terkesan lambat.
Hingga September 2026, lebih dari 24 ribu unit Kopdes telah selesai dibangun. Namun, data Simkopdes menunjukkan, belum ada unit yang berstatus layak dan siap operasional. Di sisi lain, estimasi dana yang telah terserap mencapai sekitar Rp106 triliun.
“Persoalannya sangat serius karena ketimpangan antara pembangunan fisik dan kesiapan operasional sudah terlalu lebar untuk dianggap sekadar keterlambatan administratif,” kata Syafruddin kepada Bloomberg Technoz, Senin (14/9/2026).
Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan ukuran keberhasilan program selama ini terlalu bertumpu pada jumlah bangunan yang selesai, bukan pada kemampuan koperasi menjalankan kegiatan ekonomi.
Selain itu, Syafruddin juga mengatakan risiko tata kelola muncul ketika pengeluaran modal berjalan jauh lebih cepat dibandingkan proses verifikasi aset, kesiapan sumber daya manusia (SDM), kelayakan model bisnis, hingga kemampuan koperasi membayar kewajiban.


























