Logo Bloomberg Technoz

Sesi I

IHSG Turun 1,7%, Saham BYAN Jadi Laggard Terberat

Muhammad Julian Fadli
14 September 2026 13:15

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,7% di posisi 6.429 pada penutupan perdagangan Sesi I Senin (14/9/2026). Indeks Komposit ditekan performa negatif saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) hingga menjadi pemberat (laggard).

Sepanjang perdagangan IHSG terus–menerus terpeleset di zona merah. Adapun rentang perdagangan terjadi pada 6.543 hingga terdalam menyentuh 6.420.

IHSG Penutupan Sesi I pada Senin 14 September 2026 (Bloomberg)

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan nilai perdagangan mencapai Rp8 triliun dari 17,32 miliar saham ditransaksikan, dengan frekuensi terjadi 1,19 juta kali diperjualbelikan. Tercatat masih ada penguatan 144 saham, dan 517 saham melemah. Sisanya 122 saham stagnan.

Penyebab IHSG Melemah


Saham–saham energi, saham barang baku, dan saham infrastruktur utamanya menjadi pemberat IHSG dengan tertekan mencapai 3,06%, 2,87%, dan 2,62% begitu juga saham konsumen non primer drop 2,14%, disusul oleh pelemahan pada saham transportasi dengan melemah 1,97%.

Terungkap, berdasarkan data Bloomberg, melemahnya IHSG merupakan efek langsung dari tertekannya sejumlah saham big caps yang memiliki bobot besar terhadap Indeks terutama saham BYAN.