Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Menutup Pekan di Rp17.600/US$

Tim Riset Bloomberg Technoz
11 September 2026 15:39

Karyawan merapihkan mata uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran mata uang di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan merapihkan mata uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran mata uang di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah menutup perdagangan spot pekan ini dengan dengan pelemahan 0,35% ke Rp17.600/US$, menyusul aksi jual di pasar surat utang pemerintah. 

Meski begitu, secara mingguan rupiah tercatat menguat 0,21%, dan jika ditarik sepanjang bulan ini rupiah masih bertahan dengan apresiasi 0,68%. 

Tekanan harga minyak yang melambung ke US$108/barel juga menekan sebagian besar mata uang Asia. Baht Thailand terdepresiasi paling dalam, disusul rupiah, dolar Taiwan, rupee India, peso Filipina, dan ringgit Malaysia. 


Sebaliknya, yen Jepang, won Korea Selatan, yuan offshore dan yuan China serta dolar Singapura bergerak menguat. 

Pergerakan rupiah dan mata uang Asia. (Bloomberg)

Di pasar surat utang, tekanan mulai terasa dengan kenaikan yield di sebagian besar tenor. Kenaikan yield paling tinggi terjadi pada tenor 4 tahun yang naik 8,4 basis poin (bps) ke 6,99%. Lalu, disusul tenor 6 tahun naik 6,6 bps ke 7,05%, dan tenor 5 tahun naik 6,3 bps ke 7%.